
DOMPU – Kepala Desa (Kades) Soriutu, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Imam Suanto, siap lahir dan batin melawan para bandar dan pengedar Narkoba di wilayahnya. Dia kembali memimpin, mengimbau dan mengajak warganya untuk sama-sama memerangi peredaran liar Narkoba yang belakangan marak lagi di desa itu.
Kali ini upaya perlawanan dan memerangi Narkoba tanpa berafiliasi dengan aparat penegak hukum. Selain melibatkan masyarakat, Kades akan mengawasi secara ketat aktivitas di rumah-rumah dan tempat-tempat yang diduga sebagai sarang para bandar dan pengedar menggunakan drone.
Upaya tersebut dimulai Imam Suanto pada Senin (19/10) pagi. Didampingi sejumlah perangkat dan staf Desa Soriutu, Imam turun ke dusun-dusun.
Dengan menggunakan pengeras suara (megafon), secara bergilir aparat desa mengimbau dan mengajak masyarakat agar aktif mencegah, mengawasi, dan memantau transaksi Narkoba di Soriutu.
“Saat ini, mereka, para pengedar Narkoba mulai lagi melakukan aktivitasnya. Mengedarkan Narkoba. Karena itu, seperti langkah yang biasa kami lakukan, mengimbau lagi masyarakat,” kata Imam pada Lakeynews, usai jalan kaki keliling beberapa dusun.

Imam mengaku, tujuannya menjadi Kades dan memimpin Desa Soriutu, antara lain, menjamin keamanan masyarakat dari ancaman Narkoba, minuman keras dan judi online (Judol).
Dulu, sebelum dirinya memimpin, Soriutu dikenal sebagai markasnya para bandar Narkoba. Setelah Imam menjabat sekitar satu tahun satu bulan, Narkoba sempat “menghilang”. “Alhamdulillah kami mampu menghentikan mereka dengan cara kami sendiri,” ungkap Imam.
Tetapi belakangan ini, aktivitas transaksi Narkoba di Desa Soriutu itu mulai menggeliat dan marak lagi. Imam berkali-kali mengimbau para (diduga) bandar dan pengedar Narkoba agar menghentikan aktivitas bisnis haram di wilayah desanya.
“Jika masih berani dan ngotot, kami akan mengambil langkah-langkah tegas untuk memeranginya. Langkah kami tanpa berafiliasi dengan APH karena mosi tidak percaya,” tandasnya.
Seperti apa langkah tegas itu?
Imam memilih tidak banyak menceritakannya. Namun, secara diplomatis, Imam mengungkapkan, dia bersama perangkat dan warga desa akan menutup ruang gerak para bandar dan pengedar Narkoba.
“Saya bersama warga akan mengawasi secara ketat, siang-malam, pagi-sore rumah-rumah dan tempat-tempat jual beli Narkoba,” tegasnya. “Saya sudah belanjakan alat drone untuk memantau semua aktivitas mereka,” sambung Imam.
Imam menegaskan, pihaknya sama sekali tidak takut menghadapi para bandar Narkoba. “Saya tidak takut, karena niat saya melawan peredaran Narkoba ini adalah jihad,” ujarnya dengan tegas.
Kalau misalnya oknum-oknum yang diduga bandar-pengedar Narkoba tidak mendukungnya bahkan hendak menjegalnya di Pilkades periode berikutnya, dengan nada lebih tegas lagi Imam katakan, tidak khawatir.
“Justeru saya yang melarang mereka untuk memilih saya. Saya tidak ingin menjadi pemimpin atau memimpin dari hasil pilihan para bandar-pengedar Narkoba. Saya lebih baik tidak menjabat,” tutur Imam. (A2)
