Ketua Daerah IGI Kabupaten Dompu Ida Faridah ketika menerima salah satu piagam penghargaan yang diserahkan Direktur Lombok Post Alfian Yusni. (ist/lakeynews)

MATARAM – Musyawarah Wilayah (Muswil) III Ikatan Guru Indonesia (IGI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan kebahagiaan tersendiri bagi rombongan dan keluarga besar IGI Kabupaten Dompu.

Betapa tidak. Pada momen kegiatan yang berlangsung di Grand Madani Hotel Mataram, 26-27 September 2026, IGI Bumi Nggahi Rawi Pahu itu berhasil memborong tiga penghargaan dan mendapat bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) NTB.

“Terima kasih kepada segenap pengurus beserta anggota IGI Dompu. Penghargaan ini diraih berkat kerja sama kita semua, dan dukungan berbagai pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu,” kata Ketua Daerah IGI Dompu Ida Faridah, usai menerima penghargaan tersebut.

Salah satu penghargaan diraih atas Dedikasi, Inovasi, dan Kreativitas Berdampak dalam menggerakkan organisasi, serta meningkatkan partisipasi keanggotaan IGI.

“Saat ini, anggota IGI Dompu mencapai 960-an orang. Alhamdulillah capaian pengumpulan anggota ini, IGI Dompu terbanyak di Wilayah IGI NTB,” sambung wanita yang juga ketua Komunitas Guru Penggerak Kabupaten Dompu ini.

DARI KIRI: Sekda IGI Dompu Kisman, Hasrawati (Bidang Organisasi dan Keanggotaan), Lili Asmawati (Bidang Kemitraan dan Kewirausahaan), Ida Faridah (Ketda), H. Bakhtiar (DK IGI NTB), Nengah Istiqomah (Ketua IGI NTB), Winda Kurniawati (anggota IGI Dompu), dan Habdinir Kurniawan (Korbid Penelitian dan Pengembangan). (ist/lakeynews)

Kedua, penghargaan bagi Penulis Buku IGI NTB, sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi dan karya literasi para guru IGI Dompu.

Dan, ketiga, penghargaan kepada Pengurus IGI Dompu atas partisipasi dan kontribusinya dalam menyukseskan Muswil III IGI NTB 2026.

Sedangkan bantuan dari BAZNAS NTB, diberikan kepada guru-guru IGI Dompu sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kepada para guru.

“Terima kasih kepada BAZNAS NTB atas perhatian dan kepeduliannya. Semoga bantuan ini menjadi keberkahan dan membawa manfaat bagi penerima,” ujar Ida Faridah.

Dia memastikan, tiga penghargaan yang diraih tersebut bukanlah akhir. Tetapi jal itu setidaknya sebagai bukti, ketika guru-guru bergerak bersama, karya akan menemukan jalannya dan organisasi akan semakin kuat.

Pengurus IGI Dompu yang menghadiri Muswil III IGI NTB, Ida Faridah (Ketua Daerah), Kisman (Sekretaris Daerah), Habdinir Kurniawan (Koordinator Bidang Penelitian dan Pengembangan), Lili Asmawati (Bidang Kemitraan dan Kewirausahaan), Hasrawati (Bidang Organisasi dan Keanggotaan), dan Winda Kurniawati (anggota).

Sekretaris Daerah IGI Kabupaten Dompu Kisman. (ist/lakeynews)

Kisman: Bukti Hasil Kerja Nyata

Sementara itu, Sekda IGI Kabupaten Dompu Kisman mengungkapkan, menjadi seorang ketua bukan sekadar menyandang nama dan jabatan. Kepemimpinan harus dibuktikan melalui kerja nyata, dedikasi, kontribusi, serta prestasi yang dapat dirasakan oleh organisasi dan anggotanya.

“Kami lihat, semangat itulah yang tercermin dalam sosok Ida Faridah, yang berhasil mengantarkan IGI Dompu memperoleh tiga Piagam Penghargaan pada Muswil III IGI NTB,” ujar Kisman.

Penghargaan-penghargaan tersebut, menurutnya, menjadi semakin bermakna karena IGI Dompu tercatat memiliki sekitar 960-an anggota. Ini sebuah menunjukkan besarnya potensi dan kekuatan organisasi guru di Kabupaten Dompu.

Menurutnya, penghargaan yang diterima IGI Dompu juga bukan sekadar selembar piagam. Lebih dari itu. Penghargaan tersebut menjadi rekam jejak atas kerja, pengabdian, dan kontribusi nyata yang telah dilakukan untuk membangun organisasi, pendidikan, dan daerah.

“Ketua bukan hanya sekadar nama dan pencitraan. Ketua harus hadir dengan kerja nyata, dan hasil nyata. Prestasi adalah salah satu bukti bahwa kepemimpinan benar-benar memberikan kontribusi bagi organisasi,” tegas Kisman.

Diakuinya, capaian ini tentu bukan hasil kerja satu orang semata. Di balik penghargaan tersebut terdapat dukungan, kolaborasi, dan partisipasi para pengurus serta anggota yang terus menghidupkan berbagai program organisasi.

Kendati demikian, Kisman menyadari, tantangan IGI Dompu ke depan tentu semakin besar. Organisasi tidak cukup hanya besar secara jumlah. IGI juga harus mampu menghadirkan program yang bermanfaat, meningkatkan kompetensi guru, memperkuat literasi, serta memberikan ruang bagi guru untuk terus berkembang dan berprestasi.

Penghargaan yang diterima Ida Faridah, sambungnya, sekaligus menjadi pesan bahwa jabatan dalam organisasi harus diikuti tanggung jawab dan karya nyata. Nama boleh tercantum sebagai ketua, tetapi sejarah organisasi akan mencatat apa yang telah dikerjakan.

“Nah, hari ini, tiga piagam penghargaan itu antara lain menjadi bukti. Besok dan ke depan, tantangannya adalah mempertahankan prestasi dan menghadirkan karya yang lebih besar untuk IGI Dompu,” tandasnya. (ovi)