Kegiatan Uji Coba Kamus KASAMBI bersama pegiat literasi dan tokoh adat di Desa Sambori, Kecamatan Lambitu, Kabupaten Bima pada Sabtu, 19 September 2026. (ist/lakeynews)

 

Libatkan Tokoh Adat dan Pegiat Literasi, Kupas Tuntas Fitur Suara Penutur Asli dan Keselarasan Kosakata

 

UJI COBA platform digital Kamus KASAMBI berlanjut. Kali ini, pengembang kamus melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, guru, dan pegiat literasi di Desa Sambori, Kecamatan Lambitu, Kabupaten Bima pada pagi Sabtu, 19 September 2026.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan implementasi program hibah Dana Indonesia Raya Tahun 2025 yang diinisiasi Dosen STKIP Yapis Dompu, Taufik.

Sebelumnya, Jumat (18/9/2026), uji coba Kamus KASAMBI ini sukses dilaksanakan pada lingkungan sekolah dasar, SDN Sambori.

Kini, pengembang kamus berfokus membedah fungsi teknis Kamus Digital Trilingual (Sambori-Bima-Indonesia) yang diakses melalui situs resmi https://kasambi.id/.

Berita sebelumnya: Lestarikan Bahasa Daerah, Kamus KASAMBI Mulai Diuji Coba di Sekolah

Kegiatan uji coba yang dirangkaikan dengan simulasi ini dipandu akademisi sekaligus praktisi pendidikan, Amal Fauqi. Dosen STKIP Yapis Dompu ini juga bertindak sebagai narasumber.

Para tokoh yang hadir diajak langsung mengakses laman kamus untuk meninjau fungsi teknis dan keselarasan kosakata yang tersedia.

Keterlibatan langsung tokoh adat dan pegiat literasi di desa ini, menurut Amal Fauqi, sangat krusial. Mereka merupakan benteng utama yang menjaga keaslian tutur bahasa sehari-hari.

“Adaptasi teknologi kamus digital ini harus dimulai dari ruang diskusi bersama masyarakat,” ujar Amal Fauqi.

Saat mengakses situs https://kasambi.id/, para peserta meninjau beberapa fitur utama seperti menu Semua Kosakata, Sejarah Sambori, dan Game Belajar. Pada fase ini, kevalidan 715 entri kosakata yang telah terekam di dalam sistem diteliti secara saksama.

Hal tersebut mendapat respons positif dari para tokoh masyarakat saat mencermati fitur tombol audio suara penutur asli (native speaker).

Sementara itu, pengembang Kamus KASAMBI, Taufik mengungkapkan, kehadiran rekaman suara pada setiap kosakata yang diklik dinilai menjadi instrumen penting untuk mendokumentasikan. Selain menjaga keotentikan pelafalan dialek lokal Sambori secara akurat.

“Melalui uji coba bersama para penutur asli dan pegiat literasi di Desa Sambori, inovasi kebudayaan ini diharapkan dapat mempermudah akses edukasi bahasa daerah secara nyata kepada generasi penerus,” cetus Taufik. (tim)