
DOMPU – Salat Id yang digelar Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) di Lapangan Beringin, kompleks kantor Bupati setempat, Sabtu (21/3/2026) dipimpin Muhammad Maula Aqiyas.
Pemuda yang usianya 21 tahun berjalan ini, penghafal Alquran 30 Juz dalam sekali duduk. Dia merupakan alumni Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Jawa Timur (Jatim).
Pada Idulfitri 1447 Hijriah ini, selain Qiyas (sapaan akrab Muhammad Maula Aqiyas) sebagai imam, panitia penyelenggara juga menghadirkan Dr. Arif Rahman, Dosen Tetap Universitas Mandalika Mataram sebagai khatib.
Tampak hadir dan ikut Salat Id di tempat itu, Bupati Dompu Bambang Firdaus, Ketua DPRD Muttakun dan Wakil Ketua DPRD Kurnia Ramadhan, Pj. Sekda Khairul Insan, unsur Forkopimda, sejumlah pejabat (dari eselon II ke bawah), serta para ASN jajaran Pemkab Dompu dan keluarganya.
Ketua MUI Kabupaten Dompu H. Moh. Nasuhi, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan warga dari wilayah kota dan sekitarnya. Disamping pihak PHBI dan BAZNAS Kabupaten Dompu.
Usai Salat Id, Bupati Bambang bersalam-salaman dengan jamaah Idulfitri. Dilanjutkan dengan open house di Pendopo Bupati.
Sedangkan Wakil Bupati Syirajuddin melaksanakan Salat Id, merayakan lebaran dan open house di rumah pribadinya, di Kecamatan Kempo.

Diketahui, Qiyas adalah putra kedua dari tiga bersaudara buah hati pasangan Muhammad Ihsan (ayah/Plt. Sekretaris Dinas Dikpora Dompu) dan Zakiah Darajat (ibu/Guru SMAN Dompu).
Sebelum masuk dan menuntaskan pendidikannya di Ponpes Modern Darussalam Gontor, Qiyas berhasil menyelesaikan hafalan Alquran 30 Juz di Asrama Tahfidz Riyadathul Huffadz Pondok Al-Aziziyah Kapeg Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat.
Pria yang tangis pertamanya meletus di Dompu pada 25 Juli 2005 itu mampu menyelesaikan hafalannya (30 juz) dalam waktu dua tahun.
“Alhamdulillah, disyahkan melalui Khataman Qubra yaitu menghafal Alquran 30 Juz dalam sekali duduk dari pagi sampai sore,” kata Muhammad Ihsan, ayahanda Qiyas pada Lakeynews usai Salat Id di Lapangan Beringin.
Qiyas merupakan salah seorang pemuda kebanggaan daerah bermoto Nggahi Rawi Pahu. Dia mampu mengukir berbagai prestasi dalam Bidang Tahfidz. Bahkan, sempat beberapa kali ke tingkat nasional.
Prestasi tersebut tidak mudah diraihnya. Tidaklah hadir begitu saja. Qiyas mendapatkan setelah melalui perjuangan panjang dan konsisten sejak dini.
“Insya Allah, Abang Qiyas akan terus mengasah kemampuannya dengan menimba ilmu ke jenjang yang lebih tinggi lagi,” ujar Ihsan dengan suara rendah. (tim)
