
DOMPU – Peristiwa keributan di SMKN 1 Dompu pada Rabu (28/1/2026) viral. Parahnya, narasi-narasi yang menyertai video yang diunggah sejumlah akun media sosial –terutama Facebook, dianggap tidak mencerminkan fakta sesungguhnya.
Karena itu, pihak sekolah maupun kepolisian memberikan klarifikasi. Sementara terduga pelaku telah diamankan pihak kepolisian.
“Bukan tawuran. Bukan perkelahian antarpelajar. Tapi, siswa kami diserang oleh (awalnya disebut) orang tak dikenal (OTK),” tegas Wakasek Kesiswaan SMKN 1 Dompu Iwan Ermansyah pada Lakeynews, Rabu malam.
Motif dan Kronologi Kejadian
Iwan yang juga Satgas Pencegahan dan Perlindungan Guru/Tenaga Kependidikan dan Murid dari Tindakan Kekerasan di sekolah itu lalu menceritakan motif dan kronologi kejadiannya.
Sekadar diketahui, SMKN 1 Dompu berlantai dua. Tempat parkirnya harus melewati pintu sebelah timur kelas belakang. Pintu timur itu langsung berbatasan dengan jalan raya yang terhubung dengan wilayah Kelurahan Kandai Satu.
Menurut Iwan, saat itu, siswa-siswi hendak pulang sekolah. Pada waktu menyeberang jalan menuju tempat parkiran, lewat sepeda motor yang dikendarai dengan ugal-ugalan.
Para siswapun menegur pengendara tersebut menggunakan bahasa Dompu-Bima. “Nari-nari (pelan-pelan, red),” tegur siswa yang dikutip Iwan Ermansyah.

Teguran tersebut rupanya membuat pengendara (terduga pelaku) tersinggung. Terduga lalu memanggil teman-temannya.
Tak lama kemudian, datang pelaku bersama tiga orang lainnya menggunakan dua kendaraan roda dua. Juga membawa senjata tajam, parang, dan sabuk yang di ujungnya diikat potongan besi.
“Ada empat orang yang datang menyerang siswa. Pakai dua motor, masing-masing boncengan,” tutur Iwan.
Tanpa basa-basi, terduga pelaku menebas dan melukai salah seorang siswa kelas XI, Hjr, yang sedang menunggu jemputan temannya dari tempat parkir. Hjr berdiri di dekat salah satu toko samping sekolah.
“Korban sempat menangkisnya dengan tangan, sehingga tangannya terluka,” beber Iwan sembari menambahkan, para terduga pelaku terus mengacung-acungkan parang dan ikat pinggang yang ujungnya ada potongan besi.
Melihat temannya terluka, spontan timbul solidaritas siswa lainnya. Mereka kemudian melakukan pengejaran, hingga motor pelaku terperosok ke parit. “Pelaku berlari ke arah Jalan Sultan Hassanudin dengan tetap memegang parang,” cerita Iwan.
Sejumlah warga setempat juga berhamburan keluar ke jalan. Beberapa diantaranya menelepon dan melaporkan ke Polsek Dompu Kota maupun Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat. Sehingga terduga pelaku berhasil diamankan dan diserahkan ke Polres Dompu.

“Sekali lagi saya tegaskan, tidak ada siswa yang tawuran. Siswa kami mengejar pelaku pembacokan terhadap rekannya,” tandas Iwan.
Pascakejadian, keluarga korban melaporkan secara resmi ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Dompu.
“Korban juga telah dilakukan visum, dan mendapat perawatan medis. Luka tangannya telah dijahit,” jelas Iwan.
Iwan menyesalkan beredarnya kabar dan video dengan narasi-narasi tidak sesuai kenyataan. Baik di media sosial maupun pemberitaan media massa.
“Saya harapkan teman-teman media yang ekspos kejadian tadi me-take down (menurunkan, mencatat, membongkar, atau menghapus, red) berita yang tidak berimbang dan tak sesuai kenyataan,” pintanya.
Pihak sekolah –terutama guru-guru–melindungi sepenuhnya warga sekolah dari ancaman dan tindakan kekerarasan.
Pada sisi lain, SMKN 1 Dompu giat menempa murid dengan kegiatan-kegiatan keagamaan di sekolah. Antara lain, dengan kegiatan membaca ayat-ayat suci Alquran pada awal pembelajaran.
“Kami akhiri dengan kegiatan Salat Zuhur berjamaah di masing-masing kelas, yang didampingi wali kelas,” urainya.

Polisi Amankan Seorang Terduga, Dalami Keterlibatan yang Lain
Tidak terlalu jauh dengan penjelasan pihak SMKN 1 Dompu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur juga mengungkapkan, insiden di sekolah itu kemarin, bermula ketika korban menegur pelaku yang mengendarai sepeda motor secara ugal-ugalan di sekitar lingkungan sekolah.
Teguran tersebut tidak diterima oleh pelaku. “Karena tidak terima ditegur, pelaku membawa temannya dan kembali menyerang korban,” kata Kapolres dikutip dari Siarpost.com, Kamis (29/1/2026).
Kapolres membenarkan, satu terduga pelaku telah diamankan. Pihaknya masih mendalami keterlibatan pihak lain, dan mengumpulkan keterangan saksi untuk memastikan kronologi secara utuh.
Kapolres berharap, masyarakat tidak mudah menyimpulkan informasi dari potongan video yang beredar di media sosial. Sebab, hal itu dapat memicu kesalahpahaman dan keresahan publik. (tim)
