Wagub NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Kades Mambalan, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, Sayid Abdollah Alkaff (Apink Alkaff) sebagai Juara 1 Pengelolaan Sekolah Lansia se-Provinsi NTB di Hotel Golden Palace. (ist/lakeynews)

MATARAM – Desa Mambalan, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), mengakhiri tahun 2025 ini dengan prestasi menakjuban. Desa ini dinobatkan sebagai Juara 1 Pengelolaan Sekolah Lanjut Usia (Lansia) se-Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Sekolah itu bernama Sekolah Lansia Mambalan.

Penghargaan dan apresiasi kepada para juara sejumlah program unggulan Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) NTB ini diserahkan Wakil Gubernur (Wagub) Hj. Indah Dhamayanti Putri (IDP) di Hotel Golden Palace, Rabu (3/12/2025) lalu.

Wagub IDP menitip salam kepada para bupati asal setiap pemenang saat penyerahan piagam. Khusus kepada Kepada Desa (Kades) Mambalan Sayid Abdollah Alkaff, IDP menitip salam untuk warga Mambalan.

“Salamku untuk warga Desa Mambalan,” pesan IDP kepada Kades Mambalan yang juga dikenal dengan sapaan Apink Alkaff.

Selain kepada Kades Mambalan, IDP juga menyerahkan piagam penghargaan kepada empat juara lain dalam program unggulan BKKBN NTB.

Sementara ketika menyampaikan sambutan, IDP menegaskan pentingnya keakuratan data dan penguatan program pemberdayaan desa sebagai strategi percepatan penurunan stunting di daerah.

“Seluruh upaya penurunan stunting, menurutnya, harus berlandaskan data yang valid dan akurat agar intervensi dapat tepat sasaran,” katanya dalam Konsultasi dan Koordinasi Teknis dengan Mitra Kerja terkait Evaluasi Quick Win Provinsi NTB yang digelar pada hari yang sama Kantor Perwakilan BKKBN NTB.

Angka stunting di NTB, lanjutnya, tidak perlu dikecilkan untuk menyenangkan hati. Bahkan kalau boleh, dilebihkan 1–2 persen sebagai antisipasi kemungkinan kekeliruan pendataan. “Semakin akurat angka yang kita miliki, semakin kuat pula usaha kita menurunkannya,” tegasnya.

Wagub juga menyoroti keterkaitan erat antara stunting dan kemiskinan ekstrem, yang saat ini ditangani melalui program unggulan Desa Berdaya. Menurutnya, peningkatan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat desa sangat menentukan keberhasilan program itu di seluruh kabupaten/kota.

“Melalui tiga program unggulan kami (Pemprov NTB), salah satunya Desa Berdaya, kita memahami bahwa kemiskinan tidak bisa dipisahkan dari persoalan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Karena itu, penanganan stunting berperan besar dalam menentukan keberhasilan Desa Berdaya,” jelasnya.

Menyinggung kondisi zonasi stunting di NTB, IDP menyebut, Kabupaten Sumbawa Barat dan Dompu berada di zona hijau. Sementara Lombok Timur dan Lombok Utara masih berada di zona merah. Enam kabupaten/kota lainnya tercatat berada di zona kuning.

Karena itu, Wagub IDP mengajak seluruh mitra kerja untuk memperkuat sinergi dan memastikan aksi nyata di lapangan. Keberhasilan penurunan stunting tidak hanya ditentukan oleh program, tetapi juga oleh kesungguhan aparat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (tim)