
DOMPU – Meski kerap dihadapkan dengan kondisi force majeure, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Dompu meyakinkan semua kegiatan optimalisasi lahan (Oplah), bantuan pemerintah tahun 2025, tuntas dikerjakan sesuai harapan. Force majeure, salah satunya faktor alam seperti banjir yang sulit diprediksi kejadiannya.
“Pekerjaan beberapa kegiatan tinggal finalisasi saja. Insya Allah selesai semua sesuai yang kita harapkan,” kata Kabid Prasarana, Sarana Pertanian dan Penyuluhan (PSPP) Distanbun Kabupaten Dompu, Eddy Khaidir.
Hal itu disampaikan Eddy pada Lakeynews di sela-sela meninjau dua titik kegiatan Oplah di Desa Cempi Kaya, Kecamatan Hu’u, Senin (8/12/2025) siang.
Yakni Pembangunan Gorong-gorong dan Saluran Irigasi oleh Kelompok Tani (Poktan) Wawo III untuk lahan seluas lahan 19 hektare (Ha). Dan, Pembangunan Dam Mini oleh Poktan Madarangga I untuk lahan seluas 31 Ha.
Dalam kunjungannya, Eddy didampingi Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Hu’u Adi Nuryadi, Koordinator BPP Kecamatan Woja Sudirman, dan PPL Cempi Jaya (Hu’u) Jahora.
Tampak juga selain beberapa staf BPP Hu’u, juga Ketua Poktan Wawo III Sumadi dan Ketua Poktan Madarangga I Jamai, serta beberapa anggotanya.

Sebagaimana dilansir media ini sebelumnya, tahun anggaran 2025 ini Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), kecipratan Bantuan Pemerintah dalam Kegiatan Optimalisasi Lahan (Oplah) Non Rawa.
Pada tahap ini, Dompu mendapat bantuan untuk 300 Ha lahan pertanian, digarap sembilan Poktan yang tersebar di tiga kecamatan; Hu’u, Woja, dan Manggelewa.
Pada Senin siang itu, Eddy Khaidir dan rombongan mengunjungi dan meninjau pekerjaan dua titik kegiatan di Desa Cempi Jaya dengan total luas lahan 50 Ha.
Baca juga: Kabupaten Dompu Dapat 300 Ha Oplah 2025; Lihat Kriteria Lokasi dan Petani Penerima
Dari kunjungan tersebut, diketahui beberapa fakta yang mencengangkan. Salah satunya, Poktan beberapa kali dihadapkan kondisi force majeure, khususnya banjir.
Diketahui, force majeure merupakan faktor alam yang tidak dapat diantisipasi, dicegah, atau juga disebut keadaan memaksa (red).
“Kita gali pondasi dan keluarkan lumpur yang dibawa banjir sampai tiga kali. Makanya pekerjaan kita terganggu,” kata Ketua Poktan Madarangga I, Jamai kepada Eddy Khaidir dan rombongan.
Eddy memaklumi kendala umum yang dihadapi para Poktan yang kebagian kegiatan Oplah 2025. “Proyek turun dan dikerjakan tepat pada musim hujan,” ujar Eddy.
Idealnya, menurut dia, SID (survei, investigasi desain) dilakukan bulan Juni-Juli. Sehingga kegiatan turun dan dikerjakan pada Agustus-September.
“Tapi kegiatan ini baru turun dan mulai dikerjakan akhir Oktober. Persis mulai musim hujan,” jelas Eddy. “Semoga kedepan bisa lebih cepat,” sambungnya.
Namun demikian, Eddy yakin, kegiatan Oplah yang dilaksanakan sembilan Poktan di Kabupaten Dompu tahun ini, berjalan dan selesai sesuai harapan.
Kepada Poktan-poktan, pria yang akrab disapa CH ini menekankan, bagaimanapun kondisinya, pekerjaan tetap harus tetap dilaksanakan secara maksimal.
Memperkuat penegasan Eddy Khaidir, Koordinator BPP Kecamatan Hu’u, Adi Nuryadi mengatakan, pihaknya terus mengawasi dan mengawal dua kegiatan Oplah tersebut.
“Kami tetap kawal pelaksanaannya di lapangan,” papar Adi. (tim/adv)
