
DOMPU – Pemerintah Kabupaten Dompu melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) terus berupaya mendorong para petani untuk meningkatkan produksi hasil pertaniannya.
Salah satunya penyerahan alat dan mesin pertanian (Alsintan) jenis Brigade Combine Harvest. Alat paskapanen itu diserahkan Bupati Dompu Bambang Firdaus kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Fo’o Kanggudu, Desa Wawonduru, Kecamatan Woja.
Acara tersebut berlangsung di simpang tiga Kodim 1614/Dompu, Jumat (10/10/2025).
Hadir pada kegiatan ini, Koordinator PPL dan UPTD Kecamatan Woja, Perwakilan PT. Bisi Wilayah Nusra, dan Insan Pers –cetak dan elektronik.
Pada kesempatan itu, Bupati Bambang Firdaus mengatakan, dukungan alat modern di sektor pertanian penting untuk menjawab tantangan efisiensi dan keberlanjutan produksi.
“Saya berharap bantuan Alsintan ini dapat dimanfaatkan dengan optimal,” pesan Bupati.

Bupati mengingatkan Gapoktan penerima manfaat untuk menjaga dan memelihara Alsintan yang telah diberikan. “Tidak (jangan) memperjualbelikan alat dan mesin yang telah terima,” tegasnya.
Selain penyerahan bantuan, Bupati Bambang juga menyampaikan apresiasi atas kinerja baik Kepala Distanbun Dompu Sahrul Ramadhan bersama jajaran dalam mengatasi permasalahan dalam mendukung swasembada pangan di daerah ini.
Bupati berharap, Kadistanbun dan jajarannya tetap aktif turun ke lapangan, responsif dalam menyelesaikan persoalan pertanian.
Mengingat sektor pertanian ini merupakan tulang punggung ekonomi Kabupaten Dompu, Bupati menekankan, kolaborasi dan inovasi menjadi sangat krusial untuk mendukung kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah.
Sebelumnya, Kepala Distanbun Kabupaten Dompu Syahrul Ramadhan, dalam laporannya menyampaikan, penyerahan Alsintan diperuntukkan bagi tiga kecamatan; Dompu, Woja dan Kempo.
“Tiga kecamatan ini merupakan lumbung pangan. Arealnya luas untuk produksi komoditi padi di Kabupaten Dompu,” jelasnya.
Menurut dia, alat ini sifatnya brigade. Tidak untuk pribadi dan kelompok. “Alat ini bisa dipindahtangankan ke kelompok lain untuk dimanfaatkan,” urainya.
Pihaknya sudah menunjuk langsung operator yang menjalankan mesin. Operator-operator tersebut telah dilatih pihak pabrik untuk mengoperasikannya. “Ini bertujuan agar mesin ini awet, terjaga dan terpelihara,” paparnya. (tim/adv)
