Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Dompu H. Rifaid saat membuka Bimtek Menulis Antologi Guru IGI Dompu di Aula Dinas Dikpora, Sabtu (20/9/2025). (ayi/lakeynews)

DOMPU – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Dompu H. Rifaid melontarkan tantangan serius kepada Ikatan Guru Indonesia (IGI), salah satu organisasi guru di daerah itu.

Wow! Tantangan apa memang?

Rifaid ingin agar IGI dan guru-guru anggotanya melahirkan karya tulis seperti Cerpen (Cerita Pendek) berbahasa Daerah Dompu.

“Saya tantang IGI Dompu, guru-guru menulis Cerpen menggunakan Bahasa Dompu,” kata Rifaid saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Menulis Antologi Guru IGI Dompu di Aula Dinas Dikpora, Sabtu (20/9/2025).

Sebagaimana dilansir media ini sebelumnya, Bimtek itu diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2025 dan HUT ke-16 IGI, dengan mengusung tema “Cerpen Guru Inspirasi, Dedikasi, dan Pengabdian”.

Baca juga: Bimtek Menulis Antologi IGI Dompu, Menginspirasi Orang Lewat Cerpen

Cerpen-cerpen berbahasa daerah karya guru-guru peserta Bimtek dimaksud, lanjut Rifaid, akan dijadikan bahan bacaan peserta didik dalam implementasi kurikulum berbasis muatan lokal, baik di jenjang SD maupun SMP.

“Kalau itu bisa, Dinas Dikpora akan membantu untuk menerbitkan bukunya,” janji kepala dinas yang akrab disapa Aji Fa’i itu.

Pada sisi lain, Rifaid mengakui, pada tahun 2024, IGI Dompu sudah menunjukkan kemampuan untuk “berbicara” di tingkat nasional, melalui beberapa prestasi yang diraih.

Baca juga: Dompu Borong Lima Penghargaan di Puncak TPN XI

“Alhamdulillah 2024 kemarin, IGI Dompu bisa bercerita di tingkat nasional. Saya mengapresiasi hal tersebut,” ucapnya.

Rifaid berharap, kemampuan berbicara di level nasional itu harus diperkuat dengan terus berperan dalam mendorong kemajuan pendidikan di daerah (Dompu).

“Salah satunya, ya, dengan melahirkan karya tulis berbahasa Dompu untuk menjadi bahan ajar muatan lokal dan bahan bacaan anak-anak kita di SD dan SMP,” tegasnya.

 

IGI Balik Harap Dukungan Dikpora

Menanggapi tantangan Rifaid tersebut, Ketua IGI Dompu Ida Faridah menganggap itu menjadi berita gembira buat guru-guru IGI.

Hanya saja, tantangan juga harus dibarengi dengan dukungan Pemda terhadap guru-guru IGI, baik secara moril maupun materil.

“IGI Dompu bukan sekadar memberi gagasan, tapi juga aksi nyata dengan beragam strategi konkret dan menghasilkan karya,” ujarnya.

Dia berharap kepada Pemda melalui Dinas Dikpora agar mendukung setiap karya dan prestasi yang diraih, serta program dan strategi yang IGI rancang.(ayi)