Kepala Bakesbangpol Kabupaten Dompu Ardiansyah (kiri), dan Anggota Paskibraka Aura Putri Malika yang pingsan saat Upacara 17 Agustus 2025 di Lapangan Beringin Dompu. (kolase/lakeynews)

 

DOMPU – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Dompu Ardiansyah angkat bicara. Dia mengklarifikasi penyebab pingsannya salah seorang anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) saat Upacara 17 Agustus 2025 di Lapangan Beringin Dompu.

Belakangan diketahui, anggota Paskibraka yang pingsan tersebut bernama Aura Putri Malika dari SMAN 1 Woja.

“Bukan karena belum sarapan, tapi karena tegang saja. Siswa sendiri yang mengaku, saat itu dia tegang,” kata Simpe Dian (sapaan Ardiansyah) pada Lakeynews, Minggu (17/8/2025) sore ini.

Berita sebelumnya: 

Anggota Paskibraka Dompu Pingsan, Dua Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Bupati Dompu: Semoga Upacara 17 Agustus Berjalan Lancar

Hasil komunikasi dan koordinasi Simpe Dian dengan Pamong (Pelatih) Paskibraka, bahwa semua anggota Paskibraka telah disiapkan sarapan paginya di hotel tempat penginapan mereka.

“Semua anggota Paskibraka sudah disuruh sarapan dulu sebelum menjalankan tugas pada Upacara 17 Agustus,” paparnya.

Siswi itu mengaku tegang, termasuk ketika mendengar teriakan ibu-ibu di sebelah barat/selatan lapangan upacara. Namanya masih anak-anak.

Para anggota Paskibraka itu siswa-siswi yang baru beberapa bulan naik ke Kelas II. Seleksi calon anggota Paskibraka dilakukan saat mereka duduk di bangku Kelas I. “Ya, mungkin wajar saja tegang, nervous,” tandasnya.

Tetapi yang terpenting, lanjut Simpe Dian, pelaksanaan Upacara 17 Agustus di Kabupaten Dompu tidak terganggu. “Alhamdulillah Upacara Pengibaran Bendera tadi tetap berjalan lancar dan penuh khidmat,” jelasnya.

Aura dan Wini edua ananda anggota Paskibraka tersebut sudah keluar dari rumah sakit, dan kembali ke hotel. “Insya Allah, mereka siap kembali bertugas pada upacara penurunan bendera sore ini,” papar Simpe Dian.

Sebagaimana dilansir media ini sebelumnya, insiden itu terjadi ketika anggota pengerek mengikatkan bendera sebelum dibentangkan dan dikibarkan.

Hanya hitungan detik, tubuh siswi tersebut langsung diangkat (dibopong) oleh beberapa petugas dan dibawa ke pojok barat lapangan upacara.

Tak lama kemudian, siswi itu dinaikkan ke mobil ambulan dan dilarikan ke RSUD Dompu.

Selain Aura, ada satu lagi anggota Paskibraka yang dilarikan dan sempat dirawat di rumah sakit tersebut. Yakni Wini Septi Ramadhani dari SMAN 1 Kempo.

“Kondisi keduanya sudah membaik. Menurut keluarganya, pasien atas nama Aura tidak sempat sarapan,” kata Humas RSUD Muhammad Iradat pada media ini.

Kedua pasien, lanjut Iradat, mengalami gejala Dispepsia Syndrome. “Sakit/nyeri hebat ulu hati, mual, lemas, sesak, pusing dan lainnya,” urai Dae Redo, sapaan akrabnya. (tim)