Plt. Kepala DPPKB Kabupaten Dompu Zulkarnain. (tangkap layar/lakeynews)

DOMPU – “Wara-wara mena, aneh-aneh rau ja ‘dirawi pemerenta dohoke (Ada-ada saja, aneh-aneh juga yang dilakukan pemerintah ini; Dompu-Bima, red).”

Demikian antara lain, keluhan dan curhat sejumlah orang tua (ortu) siswa SMPN 1 Dompu terkait kegiatan Gerebek Bekal yang dilaksanakan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Dompu di Lapangan SMPN 1 Dompu, Sabtu (2/8/2025) pagi.

Kegiatan itu terselenggara berdasarkan Surat Plt. Kepala DPPKB Kabupaten Dompu Zulkarnain, Nomor: 000.6.3.1/216/DPPKB/2025, tanggal 31 Juli 2025 yang ditujukan kepada Kepala SMPN 1 Dompu.

Gerebek Bekal tersebut untuk menjalankan tantangan/misi kegiatan bertitel “Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas (JAK) Genre Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2025”.

Selain itu, Gerebek Bekal diadakan menyusul telah terpilihnya empat peserta dari Kabupaten Dompu di antara 80 calon Duta dan JAK Genre se-Provinsi NTB.

Dalam surat itu, Zulkarnain meminta kepala SMPN 1 Dompu agar menginformasikan kepada siswa/siswinya untuk membawa bekal pada saat kegiatan.

Permintaan itupun ditindaklanjuti pihak sekolah kepada ortu/wali murid. Kepada para ortu siswa, pihak sekolah menginformasikan tentang adanya kegiatan Grebek Bekal dari DPPKB Kabupaten Dompu untuk seluruh siswa-siswi SMPN 1 Dompu.

“Mohon bantuannya untuk menyiapkan dan mengingatkan putra/putri untuk bisa membawa bekal masing-masing,” pesan pihak sekolah yang dikutip ortu/wali murid pada Lakeynews, Jumat (1/8/2025) malam.

Pada dasarnya, orang tua murid mendukung kegiatan tersebut. Hanya yang mereka pertanyakan, “kenapa harus membawa bekal sendiri.”

“Mana Program Makan Bergizi Gratis yang selama ini digaungkan pemerintahan Prabowo-Gibran (Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka),” tanya salah seorang ortu siswa.

Bukan itu saja. Mereka juga menilai ada-ada saja dan aneh-aneh saja yang dilaksanakan pemerintah dan dirasa membebani masyarakat.

“Mestinya, kalau ada kegiatan seperti ini, pemerintah saja yang menyiapkan makanannya,” keluhnya.

Zulkarnain: Usulan OSIS, tidak Ada Biaya Khusus dari OPD KB

Dikonfirmasi hal ini, Plt. Kepala DPPKB Kabupaten Dompu Zulkarnain menjelaskan, kegiatan ini rutin diadakan tiap tahun untuk penilaian Apresiasi Duta Genre dan Jambore Ajang Kreativitas (ADUJAK) Genre NTB. Dan, untuk tahun 2025 ini tempatnya di SMPN 1 Dompu.

Kayanya, kegiatan di SMPN 1 Dompu itu sebagai kreativitas Genre Kabupaten Dompu yang masuk nominasi 80 besar penilaian Duta Genre.

“Dinas PPKB hanya memfasilitasi undangan. Untuk kegiatan ini tidak ada biaya khusus dari OPD KB,” kata Zulkarnain pada Lakeynews, Sabtu siang ini.

Kegiatan itu, menurutnya, untuk mensosialisasikan makanan bergizi. Contoh, isi piringku. Sehingga ada wujud kesadaran dari anak-anak SMPN 1 Dompu tentang pentingnya makan bergizi untuk tubuh.

“Kegiatan ini murni dari anak-anak Kabupaten Dompu. Dan, sebelumnya berdasarkan usulan dari OSIS SMPN 1 Dompu. Hanya untuk dokumentasi penilaian Duta Genre 2025,” urainya. (Pihak OSIS SMPN 1 Dompu masih diupayakan konfirmasi, red).

Zulkarnain kemudian menyebut empat perwakilan Dompu yang lolos dan masuk dalam 80 besar itu. Masing-masing; luqian (SMAN 1 Dompu), Dwi Ananda (SMAN 1 Dompu), Anis (Yarsi Mataram), dan Jefara (di Mataram).

Baca jugaGadis Ranggo Ini Wakili Dompu di ADUJAK GenRe NTB 2025

ADUJAK ini terdiri dua apresiasi; Duta Genre Putra-Putri, dan Jambore Ajang Kreativitas (JAK). “Dan saya disposisikan ke bidang teknis di DPPKB yakni Bidang K3 Ketahanan Kesejahteraan Keluarga,” paparnya.

DPPKB tidak menyiapkan anggaran untuk kegiatan ini. Kenapa pengadaan bekal dibebankan kepada wali murid? Bukankah ada Program Makan Bergizi Gratis? Mana program itu dan kenapa tidak masuk dalam program MBG?

Menjawab berondongan pertanyaan itu, Zulkarnain menjelaskan, kalau program MBG ini tidak masuk di OPD KB (Dompu) tapi langsung dari pusat. Dia juga mengaku, DPPKB belum dikonfirmasi terkait kegiatan tersebut.

“Kami hanya menyiapkan data BNBA dan tenaga bila dibutuhkan untuk mengantar paket makanan tersebut ke sasaran ibu hamil, ibu menyusui dan Balita,” ungkapnya.

(Program MBG) yang sudah berjalan di Dompu, tambahnya, baru anak TK dan SD. “Itupun terbatas. Kami inisiatif koordinasi saja. Mungkin tahun depan baru berjalan maksimal,” tutur Zulkarnain. (tim)