Bupati Dompu bersama unsur Forkopimda, Sekda, ketua dan anggota TP PKK, GOW dan Dharma Wanita, serta para pejabat Pemda Dompu, ambil bagian di Karnaval Pesona Muna Pa’a. Kegiatan itu rangkaian dari Dompu Expo 2024. (ist/lakeynews)

CATATAN: Sarwon Al Khan, Dompu

Karnaval Pesona Muna Pa’a yang diikuti belasan ribu peserta dan mengawali rangkaian Dompu Expo 2024, berlangsung sukses. Prosesi pembukaan Dompu Expo di Lapangan Bola Karijawa, Senin (24/6/2024) sore pun berjalan lancar.

Menariknya, menyertai kesuksesan tersebut ada masalah klasik di Kabupaten Dompu yang selama ini riil tak kunjung tuntas ditangani, justeru mulai teratasi tepat di momen Dompu Expo ini.

***

KARNAVAL Pesona Muna Pa’a dilepas Bupati Dompu H. Kader Jaelani di Lapangan Beringin, kompleks Kantor/Pendopo Bupati, Senin siang menjelang sore.

Pesertanya dari berbagai unsur. Selain pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, kelurahan dan desa, sekolah-sekolah, penyelenggara Pemilu, TP PKK, perusahaan pemerintah dan swasta, serta unsur lainnya.

Bupati bersama unsur Forkopimda dan para pejabat mulai dari Sekda, kepala dinas/badan, kabag, kabid hingga kepala seksi ambil bagian.

Mereka tumpah ruah di sepanjang jalan yang dilalui. Kompak mengenakan kain Muna Pa’a, meski ada sebagian juga yang tidak memakainya karena beberapa kendala.

Kepala Bappeda & Litbang Kabupaten Dompu H. Gaziamansyuri bersama keluarga besar instansi itu sesaat menjelang start Karnaval Pesona Muna Pa’a di Lapangan Beringin. (kolase/lakeynews)

Panitia menargetkan peserta karnaval 15.000 orang. Tercapaikah?

“Alhamdulillah mencapai sekitar 80 persen dari target,” kata Wakil Ketua Panitia Dompu Expo 2024 yang juga Kepala Bappeda & Litbang Kabupaten Dompu H. Gaziamansyuri pada Lakeynews.

Pemerintah daerah pada karnaval itu ingin meng-ndors Muna Pa,a. “Dan ini sukses,” ujarnya.

Semua stok habis. Para penjahit full order, bahkan sudah Close di H-3. Sampai ada peserta yang harus menjahit di Bima.

“Sambolo juga habis. Stok di UMKM habis, termasuk di SMKN 1 Dompu,” paparnya.

Pemda kedepan akan Laksanakan lahi Dompu Expo dengan kualitas dan perencanaan yang lebih baik. “Dengan Dompu Expo kita lebih tahu kondisi kita yang sebenarnya, baik dari laporan maupun fakta. Juga untuk bahan kebijakan kita,” urainya.

Andai saja sembilan kelurahan di Kabupaten Dompu seperti di Kelurahan Karijawa betapa hebatnya Dompu. “Malam bagaikan siang,” sambung pria yang akrab disapa Aba Syuri itu.

Apakah ini juga pengaruh dari Aba Syuri yang berdomisili di Kelurahan Karijawa dan mewarnai situasi di sana?

Diguyoni demikian, Aba Syuri hanya tertawa. Dan mengatakan, “biarkan orang lain yang menilainya.”

Para peserta karnaval mulai jalan (start) dari Lapangan Beringin dan finish di Lapangan Karijawa, pusat kegiatan Dompu Expo yang diagendakan berlangsung 24-29 Juni ini. (Rutenya, baca: Dompu Expo 2024, Miniatur Kinerja Pemerintah Daerah)

Bupati Dompu H. Kader Jaelani. (ist/lakeynews)

Setelah semua peserta tiba Lapangan Karijawa, Bupati membuka Dompu Expo. Prosesi seremonial pembukaan diawali dengan pementasan beberapa atraksi kesenian dan kebudayaan Dompu.

Bupati Kader mengakui, Dompu Expo ini merupakan kali pertama dilaksanakan pemerintahannya bersama Wakil Bupati H. Syahrul Partai. “Terakhir dilaksanakan oleh pemerintah daerah sekitar tujuh tahun lalu,” katanya saat memberikan sambutan.

Dia berharap kedepan, Dompu Expo ini akan terus dilaksanakan dan menjadi agenda tahunan.

“Jika pada Pilkada November mendatang, Allah SWT meridai kami untuk kembali memimpin Kabupaten Dompu, insya Allah kegiatan ini akan kami laksanakan setiap tahunnya,” katanya disambut tepuk tangan hadirin.

Diakuinya, karena kegiatan ini baru kembali dilaksanakan sejak tujuh tahun lalu, tentu ada saja kelemahan dan kekurangannya. “Kekurangan ini kita perbaiki agar kedepan lebih baik dan lebih bagus lagi,” ujarnya.

Akan dipersiapkan lebih matang lagi dengan eskalasi yang lebih luas. Sehingga, kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk melihat dan mendengar apa saja yang telah dilakukan Pemkab Dompu. Berikut program-program yang sedang dan akan dilaksanakan.

Sebelumnya, Bupati AKJ mengaku terharu memberikan apresiasi atas kekompakan peserta karnaval mengenakan kain Muna Pa’a.

Diakuinya, ada sebagian orang yang terlihat tidak memakai kain Muna Pa’a. Hal itu karena keterbatasan produk dari para UMKM sebagai pengrajin.

“Kita harapkan dinas terkait terus membina UMKM dan para pengrajin, sehingga kedepan jumlah pengrajin semakin bertambah dan produksinya terus meningkat,” imbuh Bupati.

Masalah Klasik PJU Mulai Teratasi

Sejumlah titik PJU di Kecamatan Dompu dan Woja yang sudah tertangani Pemda dan panitia Dompu Expo 2024. (kolase sekda dompu/lakeynews)

Dompu Expo 2024 juga membawa berkah yang luas. Tidak hanya menjadi wadah bagi pemerintah daerah memamerkan apa-apa yang sudah diperbuat selama tiga tahun lebih kepemimpinan AKJ-Syah (H. Kader Jaelani dan H. Syahrul Partai). Atau, bukan hanya ruang UMKM memajang hasil kerajinan dan meningkatkan produksinya.

Lebih dari itu, masalah-masalah klasik yang selama ini begitu sulit ditangani secara tuntas oleh pemerintah, mulai teratasi pada momentum Dompu Expo. Salah satunya, masalah lampu jalan.

Pengamatan dan catatan media ini, persoalan Penerangan Jalan Umum (PJU) di sejumlah wilayah Kabupaten Dompu kerap dikeluhkan warga. Beragam kendala dan hambatan selalu didengungkan pihak pemerintah ketika (setiap) menanggapi aspirasi, keluhan dan kritikan warga.

Lambannya Pemda mengatasi masalah PJU membuat gerah berbagai elemen masyarakat. Beragam tudingan dan penilaian miring pun acapkali diarahkan kepada pemerintah.

Namun, saat Dompu Expo 2024 hendak digelar, mau-tidak mau, suka-tidak suka, ada tenaga-tidak ada tenaga, ada anggaran-tidak ada anggaran, pemerintah daerah “dipaksa” mengatasinya. PJU merupakan salah satu hal yang vital dalam menyukseskan event tersebut.

“Alhamdulillah, sudah normal lampu jalan Jalur PJU di Cabang Cakre sampai SPBU Kandai II. Kerusakannya bervariasi. Juga ada yang diperbaiki dan diganti kabelnya, diganti balon lampu,” kata Sekda Kabupaten Dompu Gatot Gunawan P. Putra.

Dari sisi kuantitas, PJU yang tertangani tersebut belum seberapa jika dibandingkan dengan banyaknya PJU yang rusak di berbagai wilayah Kabupaten Dompu.

Dalam penjelasannya di WAG Lakeynews, Selasa (25/6/2024) pagi ini, menyirat dan mengisyaratkan bahwa Sekda secara jantan mengakui belum semuanya tertangani saat ini.

“Jalur lainnya (yang belum tertangani, red) menyusul. Lembo ade (harap maklum, red) karena memang petugasnya terbatas. Teknis andalan satu orang, juga (terkendala) peralatan tangga,” tutur Sekda. (adv)