DOMPU – Siang hari ini, Senin (24/6/2024), rangkaian event Dompu Expo 2024 dimulai. Kegiatan yang diagendakan berlangsung 24-29 Juni itu diawali dengan Karnaval Pesona Muna Pa’a. Kemudian dilanjutkan dengan pembukaan, sore nanti.
Direncanakan, pelepasan peserta karnawal dilakukan Bupati Dompu H. Kader Jaelani di depan Paruga Parenta Dana Nggahi Rawi Pahu, kompleks Kantor dan Pendopo Bupati, sekitar pukul 14.00 Wita.
Panitia yang dalam hal ini dibidangi Dinas Perhubungan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, telah mengatur dan merekayasa lalulintas yang akan dilewati peserta karnaval.
Baca juga:
- Dompu Expo 2024, Miniatur Kinerja Pemerintah Daerah
- Dipastikan, Kemenparekraf Akan Hadiri Dompu Expo 2024
Menurut Sekretaris Panitia Dompu Expo 2024, Zainal Afrodi, dari lokasi pelepasan, peserta menuju ke selatan, melewati taman kota. Kemudian belok kanan (arah barat) di bundaran DPRD dan masuk Jalan Soekarno-Hatta.
Di traffic linght samping timur Koramil Dompu, peserta tetap berjalan lurus menuju Pasar Atas, hingga Bolly dan Masjid Baiturrahman (Masjid Raya) Dompu.
Selama ini, jalan raya dari Masjid Raya hingga bundaran DPRD, memang hanya untuk satu jalur. “Ke timur saja,” kata Dae Ferry, sapaan Zainal Afrodi pada Lakeynews, pagi tadi.
Namun, mulai siang ini hingga sore nanti nanti, jalur itu ditutup. Kendaraan-kendaraan dialihkan ke jalur lain, yakni jalan di bagian utara dan selatan.
“Teman-teman Dinas Perhubungan bersama pihak-pihak terkait lain sudah mengatur semuanya,” kata pria yang juga Sekretaris Disbudpar Dompu ini.
Dari Masjid Raya, peserta meneruskan perjalanannya hingga depan SDN 2 Dompu, Jalan Hasanuddin. Kemudian, masuk ke Lapangan Bola Karijawa, pusat penyelenggaraan Dompu Expo 2024.
Selanjutnya, di tempat itu, mereka mengikuti prosesi acara pembukaan Dompu Expo oleh Bupati Kader.
Bagaimana dengan tempat parkirnya?
Menurut Ferry, untuk parkir ditangani oleh Karang Taruna Kelurahan Karijawa. Mereka sudah menyiapkan tempatnya di belakang stan-stan UMKM, sebelah barat lapangan.
“Itu untuk roda dua. Sedangkan roda empat, tidak diizinkan masuk. Di sekeliling lapangan juga tidak diperbolehkan memarkir kendaraan agar semuanya nyaman dan tidak mengganggu pengunjung,” jelas Ferry.
Urgensi Karnaval Muna Pa’a
Apa penting atau urgennya Karnaval Muna Pa’a ini?
Menjawab pertanyaan itu, Event Organizer (EO) Dompu Expo 2024 yang juga Kepala Disbudpar Kabupaten Dompu Abdul Muis secara umum menjelaskan beberapa hal.
Konsepnya, salah saatunya, Dompu mempunyai tenunan khas yang tidak dimiliki oleh orang lain sedunia. Yakni Muna Pa’a.
“Pembuktiannya, kita sudah mendapatkan hak paten Muna Pa’a ini sebagai Warisan Budaya tak Benda (WBtB)-nya Dompu,” ujar Pak Daeng, sapaan akrab Abdul Muis pada Lakeynews, beberapa hari lalu.
Karena itu, pemerintah daerah dan segenap masyarakat Dompu perlu menjaga dan mengembangkan Muna Pa’a ini.
“Pak Bupati bahkan telah mengeluarkan surat imbauan kepada semua pegawai Pemkab Dompu untuk mengenakan tenunan Muna Pa’a pada setiap hari Selasa,” papar Pak Daeng.
Untuk lebih melestarikan dan mengembangkan ini, maka, pada momen Dompu Expo 2024 ini Pemda menggelar Festival Pesona Muna Pa’a. “Semua yang ikut pawai memakai kain Muna Pa’a,” cetusnya.
Lebih jauh dijelaskan, saat ini, pengrajin tenunan Muna Pa’a di Kabupaten Dompu berkembang pesat. Kata Pak Daeng, sudah ada lebih dari 20 pengrajin Muna Pa’a yang tersebar di sejumlah wilayah daerah ini.
“Ada di Desa Saneo, Kecamatan Woja; Desa Wawonduru, Kecamatan Woja; Desa Ranggo, Kecamatan Pajo, Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, dan lainnya,” sebutnya.
Tugas pemerintah serta pihak terkait lainnya, terus mengembangkan Muna Pa’a. Termasuk memikirkan mekanisasinya. “Mungkin dengan mesin, sehingga Muna Pa’a dan merek kita lebih booming lagi,” tuturnya. (tim/adv)
