Salah seorang Pengawas TPS di Kabupaten Dompu dilarikan ke rumah sakit karena kelelahan. (tangkap layar video Azwar Dompu/lakeynews)

Catatan di Balik Pengawasan Pemilu di Kabupaten Dompu

MULAI pukul 06.00 Wita pada Rabu, 14 Februari 2024 lalu, ratusan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) yang tersebar di delapan kecamatan se-Kabupaten Dompu, bertebaran. Berikut para Panwaslu Kelurahan/Desa (PKD), Panwaslu Kecamatan (Panwascam) hingga tingkat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten.

Tampak mengenakan kostum sebagai pengawas Pemilu. Tampil gagah dan cantik meluncur ke tempat tugasnya masing-masing. TPS yang menjadi titik pengawasan mereka.

Hari itu merupakan Hari H pemungutan dan penghitungan suara (Tungsura). Hari itu merupakan puncak pesta demokrasi lima tahunan Indonesia.

Hari itu rakyat memilih pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden yang akan memimpin negerinya lima tahun kedepan, periode 2024-2029.

Juga memilih calon-calon anggota legislatif yang akan mewakilinya untuk periodesasi yang sama dengan Presiden/Wakil Presiden. Baik di DPRD Kabupaten Dompu, DPRD Provinsi NTB, DPR dan DPD RI.

Bawaslu beserta jajaran di bawah, Panwascam hingga PTPS adalah garda terdepan dalam mengawasi dan mengawal agar pelaksanaan Pemilu berlangsung Luber dan Jurdil. Sehingga, terwujud Pemilu yang bermartabat dan berintegritas.

“Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu.”

Itulah slogan Bawaslu yang melibatkan pengawasan partisipatif semua elemen bangsa/daerah agar Pemilu terlaksana dan terwujud sesuai harapan, regulasi, peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Sesuai Visi-nya, Bawaslu “Menjadi Lembaga Pengawas Pemilu yang Tepercaya”. Dengan lima Misi;

1). Meningkatkan kualitas pencegahan dan pengawasan pemilu yang inovatif serta kepeloporan masyarakat dalam pengawasan partisipatif;

2). Meningkatkan kualitas penindakan pelanggaran dan penyelesaian sengketa proses pemilu yang progresif, cepat dan sederhana;

3). Meningkatkan kualitas produk hukum yang harmonis dan terintegrasi;

4). Memperkuat sistem teknologi informasi untuk mendukung kinerja pengawasan, penindakan serta penyelesaian sengketa pemilu terintegrasi, efektif, transparan dan aksesibel; dan

5). Mempercepat penguatan kelembagaan, dan SDM pengawas serta aparatur Sekretariat di seluruh jenjang kelembagaan pengawas pemilu, melalui penerapan tata kelola organisasi yang profesional dan berbasis teknologi informasi sesuai dengan prinsip tata-pemerintahan yang baik dan bersih.

Kembali pada aktivitas pengawasan oleh Bawaslu Kabupaten Dompu dan jajaran. Sementara ini, hingga pagi hari Jumat (16/2/2024) ini, penulis belum mendapatkan catatan spesifik tentang adanya dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan Tungsura.

Apakah itu diduga dilakukan pihak KPPS, PPS, PPK, dan KPU, atau oleh oknum-oknum ASN, pejabat negara, serta pihak-pihak lain yang dilarang oleh ketentuan.

Dalam situasi seperti ini Pengawas TPS tetap aktif memantau, mengawasi dan mencatat apapun temuannya. (tim/lakeynews)

Misalnya, temuan kasus atau laporan terkait netralitas ASN/pejabat, politik uang (money politics), juga dugaan adanya kecurangan-kecurangan lain.

Di sejumlah TPS, para pengawas di sana tampak serius melakukan pengamatan dan pemantauan. Sesekali mencatat beberapa momen yang dilihatnya.

Hasil pantauan dan ditambah informasi yang dihimpun tim media ini, sejumlah personel pengawas Pemilu (selain anggota KPPS dan lainnya) jatuh sakit.

Sebagian langsung dilarikan dan dirawat di beberapa rumah sakit, Puskesmas, Pustu, atau Poskesdes. Sebagian lagi hanya dilayani oleh petugas medis di sekitar TPS tempatnya mengawasi. Juga ada yang dirawat di rumahnya masing-masing.

Dari diagnosa tim medis, umumnya kesehatan mereka ambruk karena mengalami kecapean, kelelahan, badan lemah dan mual-mual.

Beberapa di antara mereka, kurang istirahat. Diperkirakan, kerena merasa punya tanggung jawab tinggi, sehingga melakukan pengawasan siang malam. Bahkan, ada yang mengaku sampai lupa atau belum sempat sarapan.

Baca juga berita sebelumnya: Sejumlah Petugas Pemilu di Dompu Dilarikan Rumah Sakit dan Puskesmas

Menjelang tulisan ini diunggah, kabarnya kondisi mereka baik-baik saja. Dan, beberapa orang di antaranya sudah kembali aktif melaksanakan tugas pengawasannya. (Gambar sejumlah anggota Panwaslu sakit karena kecapean dan kelelahan yang sempat diabadikan oleh rekan-rekannya, lihat di bagian akhir tulisan ini, red).

Ketua Bawaslu Kabupaten Dompu Swastari Haz, saat memantau pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di beberapa TPS. (kolase/lakeynews)

Samakan Persepsi, Satukan Frekuensi

Sehari sebelum pemungutan dan penghitungan suara, terlebih dulu dilaksanakan Apel Siaga Pengawasan Pemilihan Umum 2024. Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Mengawasi Menuju Demokrasi yang Nggahi Rawi Pahu” itu dipusatkan di Lapangan Bola Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Selasa (13/2/2024) pagi.

Dalam apel siaga pengawasan yang diinspekturi Ketua Bawalsu Kabupaten Dompu Swastari Haz dihadiri Anggota Bawaslu Syafruddin (Syaf Kaso), sejumlah pejabat dan perwakilan pihak terkait.

Terlihat di deretan kursi undangan, Kasat Reskrim Polres Dompu AKP Ramli, Wadanki Brimob Kompi 2 Batalyon C IPDA Mulyadin, Kasi Pidum Kejari Dompu Islamiyyah, Sekretaris Bakesbangpoldagri Dompu Ardiansyah, Camat Dompu Muhamamd Iksan, dan Lurah Karijawa.

Kegiatan itu diikuti para staf Bawaslu Kabupaten Dompu, Panwaslu Kecamatan Dompu, Pajo dan Woja, serta para Pengawas TPS dari tiga kecamatan tersebut.

“Kegiatan ini untuk menyamakan persepsi dan menyatukan frekuensi bagi seluruh yang terlibat dalam pengawasan dan pengamanan Pemilu 2024,” kata Ketua Bawaslu Swastari Haz pada Lakeynews terkait apel tersebut.

Ketua Bawaslu Kabupaten Dompu Swastari Haz, saat memimpin Apel Siaga Pengawasan Pemilihan Umum 2024, pelepasan balon, dan peserta apel. (kolase/lakeynews)

Melalui Pemilu ini, Swastari berharap lahir pemimpin-pemimpin bangsa di semua tingkatkan yang bertanggung jawab terhadap kehidupan dan bernegara, terutama di Kabupaten Dompu.

Jauh hari sebelum apel itu digelar, Bawaslu sudah sering melakukan konsolidasi bersama Panwascam, PKD dan PTPS.

“Namun hari ini adalah puncaknya. Ini momen kami perlihatkan pada publik, bahwa kami tidak hanya ngomong tapi kami akan kerja nyata sebagai Pengawas Pemilu,” tegas perempuan yang akrab disapa Aca Tari itu.

Swastari menekankan, Bawaslu mengawal Pemilu dan bersinergi dengan berbagai pihak menuju demokrasi yang lebih baik tahun 2024.

“Mohon maaf, kami tidak peduli dengan cibiran-cibiran orang di luar sana. Kami tetap tegak mengawasi dan mengawal proses demokrasi ini,” tegasnya. (sarwon al khan)

Berikut gambar sejumlah anggota Panwaslu di Kabupaten Dompu yang kesehatannya drop karena kecapean dan kelelahan yang sempat diabadikan oleh rekan-rekannya:

(kolase/lakeynews)
(kolase/lakeynews)
(kolase/lakeynews)

Sumber: Tangkap layar video Azwar Dompu, Ketua Panwaslu Kecamatan Dompu.