
DOMPU – “Salut dan Hebat.” Dua kata ini patut disematkan kepada segenap Pengurus Cabor dan Official Taekwondo Kabupaten Dompu, serta para orang tua altet.
Mengapa?
Karena, untuk kali kesekian mereka merogoh kantong sendiri dalam mengikuti kejuaraan demi mengharumkan nama Bumi Nggahi Rawi Pahu.
Kali ini, mereka kembali menggunakan uang sendiri dalam mengikuti Kejuaraan Taekwondo Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Kabupaten Sumbawa, 23-25 Desember 2023. Lokasi persisnya, Gedung Futsal Galaxy – Sumbawa.
Sebelumnya, atlet-altet Taekwondo Dompu juga membiayai sendiri ketika mengikuti beberapa kejuaraan. Salah satunya, kejuaraan bertaraf internasional di Bali, beberapa waktu lalu. Mereka saat itu bahkan terpaksa dan nekat ngutang dana dari koperasi pasar (baca berita sebelumnya: Biaya Sendiri dari Pinjaman Koperasi, Anak Yatim Dompu Rebut Emas di Kejuaraan Taekwondo Internasional).
Kali ini, di Kejurprov NTB 2023 di Sumbawa pun, 52 atlet bersama dua pelatih dan satu official menggunakan dana sendiri.
“Iya, semua atlet, pelatih dan official pakai dana sendiri,” kata Ketua Pengkab Taekwondo Dompu Sirajudin Ram pada Lakeynews, sebelum bertolak ke Sumbawa, pekan lalu.
Dia menjelaskan, total atlet yang didaftarkan 52 orang untuk bertanding di 54 nomor pertandingan. “Ada dua atlet yang ikut dua nomor pertandingan sekaligus,” jelasnya.

Menurut Sirajudin, target kontingen Taekwondo Dompu pada turnamen bertitel “Kejurprov NTB Sumbawa Emas untuk Generasi Emas Tahun 2023” ini adalah 15 medali.
Dana yang dibutuhkan pihaknya dalam mengikuti kejuaraan ini lumayan besar. Selain untuk pendaftaran, transportasi dan akomodasi yang jumlahnya sekitar Rp. 38.760.000, juga yang sangat penting adalah untuk peralatan pertandingan sekitar Rp. 19.200.000.
“Total jumlah dana yang kami butuhkan, lebih kurang Rp. 57.960.000 juta,” sebut Sirajudin yang juga pelatih Taekwondo Dompu sembari merinci kebutuhan tersebut.
Kebutuhan untuk biaya pendaftaran, transportasi, akomodasi, dan lainnya:
- Transportasi 52 atlet x Rp. 100.000 = Rp. 5.200.000;
- Kontrak rumah penginapan 3 hari kapasitas tampung 20 atlet Rp. 3.000.000 x Dua Rumah = Rp. 6.000.000;
- Makan minum 15.000 x 3 kali/hari x 4 hari x 52 orang Rp. 9.360.000;
- Pendaftaran dan kontingen Rp. 350.000 x 52 orang = Rp. 18.200.000.
Total kebutuhan: Rp. 38.760.000
Sedangkan untuk Peralatan Tanding:
- Body protector, Rp. 500.000 x 10 unit;
- Footguard Rp. 250.000 x 10 unit;
- Heandguard Rp. 250.000 x 10 unit;
- Headguard Rp. 500.000 x 10 unit;
- Sarkon Rp. 300.000 x 4 unit;
- Gamsil Rp. 50.000 x 50 unit;
- Obat-obatan Rp. 500.000.
Total kebutuhan: Rp. 19.200.000.
Senin pagi ini, terkait dana Rp. 30-an juta untuk pendaftaran, transportasi, akomodasi, dan lainnya yang dibutuhkan 52 atlet, kembali diutarakan Sirajudin di WAG Lakeynews.
“Anggaran Rp. 30-an juta, alhamdulillah swadaya orang tua (atlet). Sepeserpun gak ada (dari KONI/Pemda Dompu),” beber Sirajudin.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pihaknya sudah melakukan beberapa upaya, baik melalui proposal yang beberapa kali diajukan ke KONI Kabupaten Dompu maupun ke pihak sponsor lainnya. Namun, hasilnya nihil.
“Sesuai saran dari pengurus KONI, kami sudah beberapa kali ajukan proposal. Tetapi sampai sekarang belum ada realisasinya,” kata Sirajudin, Senin pagi ini.
“Kami ajukan proposal selain memang karena kebutuhan, juga atas petunjuk dari rekan-rekan pengurus KONI. Setelah proposal kami ajukan, malah memberikan tanggapan yang tidak bisa dipegang,” kritiknya menambahkan.
Beberapa pengurus KONI yang dikonfirmasi Sirajudin terkait dukungan dana dari KONI untuk biaya Cabor Taekwondo mengikuti Kejurprov, rata-rata memberikan jawaban yang tidak pasti.
Bagaimana tanggapan pihak KONI Kabupaten Dompu? (won)

Miris skali untuk kesekian kalinya Tekwondo harus mengharumkan nama Kab Dompu dengan cara yang tragis. Berjuang mengharumkan nama Daerah Kelahiran yaitu Dompu dengan memeras keringat sendiri tanpa dukungan dari Pemerintah Daerahnya.
Ada apa dengan KONI Dompu.??