
Oleh: Felesia Alvina Damayanti *)
SAAT pandemi Covid-19 ini, masalah pelayanan kesehatan menjadi tantangan. Dimana, sistem kesehatan kelebihan kapasitas dan masyarakat tidak dapat mengakses layanan kesehatan yang diperlukan.
Sehingga, angka kematian langsung akibat wabah dan kematian tidak langsung dari penyakit-penyakit yang dapat dicegah dan diobati meningkat drastis.
Pada tahap awal wabah Covid-19, banyak sistem kesehatan yang berhasil mempertahankan pemberian layanan rutin, ketika dihadapkan pada beban kasus Covid-19 dalam jumlah yang masih terbatas.
Seiring melonjaknya permintaan pelayanan dan semakin terdampaknya tenaga kesehatan oleh infeksi Covid-19 serta oleh konsekuensi-konsekuensi tidak langsung dari pandemi ini, muncul kebutuhan untuk mengambil langkah-langkah adaptasi strategis guna memastikan bahwa sumber daya yang dimiliki sektor publik dan sektor swasta digunakan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Memang kondisi pelayanan kesehatan ini menjadi perhatian bagi pemerintah, stakeholders, termasuk masyarakat. Banyak langkah yang telah diambil demi mengatasi masalah ini terutama dengan mengeluarkan protokol dan regulasi-regulasi yang bertujuan untuk memastikan bahwa pelayanan kesehatan berkualitas tetap tersedia dan dapat diakses oleh semua.
Salah satu kebijakan aktivitas operasi berupa rumah sakit menunda pelayanan elektif, dengan tetap memberikan pelayanan yang bersifat gawat darurat dan membutuhkan perawatan segera untuk penyakit-penyakit selain Covid-19. Selain itu, mengembangkan pelayanan jarak jauh (telemedicine) atau aplikasi online lainnya dalam memberikan pelayanan kepada pasien dan keluarga pasien yang memerlukan, masih kurang maksimal.
Kegiatan layanan kesehatan saat ini masih terfokus hanya pada penanganan Covid-19, sedangkan layanan untuk masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan sedikit dikesampingkan.
Dapat diambil contoh, terdapat penolakan pada masyarakat yang membutuhkan perawatan pada rumah sakit. Pihak rumah sakit hanya memproiritaskan penanganan penderita Covid-19.
Lalu bagaimana aktivitas operasi pelayanan kesehatan yang menurun ini? Apa akan terus berada dengan kondisi yang sama seperti ini?
Tentu pendapat saya adalah tingkat pelayanan kesehatan perlu dibenahi sehingga tidak terus mengalami penurunan. Bisa dibayangkan, bila pelayanan kesehatan terus menurun maka jumlah penderita Covid-19 bisa makin melonjak, serta jumlah penderita penyakit lainnya juga akan meningkat atau akibat terburuknya berupa kematian. (*)
*) Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Malang.
