Oleh: Jonifrianto *)

Sebagian orang berpendapat, jiwa kepemimpinan seseorang sangat ditentukan oleh kematangan usia (umur) dan pengalaman yang bersangkutan. Tapi, menurut saya, pendapat itu tidak semuanya benar.

Di usiaku yang baru berjalan 25 tahun ini, amanah kepemimpinan pun disandarkan. Beberapa bulan lalu, lewat kontestasi pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) O’o, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, saya terpilih mewakili Dusun Kala Barat.

Masa kontestasi yang dilewati itu cukup menegangkan urat-urat dan syaraf. Karena, ada oknum lawan politik saat itu yang disinyalir menggunakan cara-cara tidak elegan dalam upaya meraih kemenangan. Mulai dari dugaan melakukan politik uang untuk membayar suara, hingga diduga keterlibatan oknum kepala dusun dalam menyambotase pemilihan tersebut.

Tapi alhamdulillah, lewat do’o dan berkat perjuangan keras yang saya lewati, akhirnya saya terpilih mewakili “Daerah Pemilihan (Dapil)” Kala Barat. Dan, hasil rapat yang diikuti segenap anggota BPD, saya kemudian terpilih sebagai ketua.

Hampir semua komposisi dalam tubuh BPD O’o Dompu didominasi anak muda. Usiannya rata-rata 20-an tahun. Hanya beberapa orang saja dari sembilan amggota BPD yang berusia 30-an tahun.

Tentu saja hal ini hingga membuat kami tidak jarang mendengar beberapa oknum yang meragukan kemampuan kepemimpinan dan kinerja kami. Mereka menjadikan umur sebagai barometer menilai kemampuan dan jiwa kepemimpinan seseorang.

Beberapa bulan setelah dilantik, kami mulai menunjukan kerja-kerja dengan serius. Kami mulai membuka akses informasi penggunaan anggaran dana desa terhadap masyarakat.

Juga sebagai legislasi, kami sudah sering melakukan konsultasi dengan Kabag Hukum untuk membicarakan tentang rencana menerbitkan Peraturan Desa (Perdes). Alhasil, untuk sementara setelah dilantik beberapa hari lalu, kami sudah membuat satu Rancangan Peraturan Desa (Raperdes).

Dalam konteks ini saya ingin menegaskan, bahwa umur bukan satu-satunya barometer untuk mengukur kelayakan jiwa kepemimpinan seseorang. Melainkan juga kecakapan berpikir dan kejelasan orientasi kepemimpinan. Kira-kira begitu menurut saya.

Dan saya ingin menyampaikan dan menegaskan, nahwa setiap orang harus dilihat dari kerjanya. Bukan dari umurnya. (*)

*) Penulis adalah Ketua BPD O’o Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Provinsi NTB. Akrab dipanggil Jon atau Jon Al-Fatih.