
Puluhan program telah dilaksanakan Kisman selama 4,5 tahun memimpin SMPN 5 Dompu. Namun, puluhan program lainnya belum dapat dipastikan kelanjutan “nasibnya”.
CATATAN: Sarwon Al Khan, Dompu
KISMAN mengepalai SMPN 5 Dompu setelah dilantik Bupati –yang saat itu dijabat H. Kader Jaelani– pada 23 Februari 2022. Dia menjabat hingga 23 Agustus 2026.
Namun, berdasarkan Surat Perintah Tugas yang diterbitkan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Dompu H. Rifaid, tanggal 24 Agustus 2026, Kisman ditunjuk kembali sebagai Pelaksana Tugas (Plt) kepala sekolah itu.
Apa saja yang telah dan hendak dilakukan Kisman selama mengomandoi sekolah tersebut. Apa pula kendala dan hambatannya? Bagaimana apa suka-dukanya?
Kunjungan Kedua dalam 16 Tahun
Untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu, saya berupaya mengonfirmasinya.
Sayapun memutuskan untuk turun dan berkunjung langsung ke sekolah itu. Hitung-hitung sekalian menyambung silaturahmi dengan keluarga besar SMPN 5 Dompu. Tentu terlebih dulu berkoordinasi dengan pimpinan mereka, Kisman.
Bahi saya, kunjungan tugas profesi ini merupakan kali kedua dalam 16 tahun terakhir. Kunjungan pertama, ketika sekolah itu dipimpin H. Juraidin, beberapa tahun silam.
Singkatnya, hari itu, Kamis (3/9/2026). Sekitar pukul 10.15 Wita, saya tiba di satuan pendidikan menengah pertama yang berkedudukan di Desa Karamabura, Kecamatan Dompu.
Tampak sebagian pagar depan tak lagi berdiri kokoh. Kendaraan guru-guru, tata usaha, dan tamu, terlihat terparkir di pinggir jalan. Sebagian lagi diparkir di dalam lingkungan sekolah.
Sepintas, di beberapa bagian dalam terlihat “berantakan”. Rupanya sedang ada pekerjaan. Proyek dari program revitalisasi sekolah 2026. SMPN 5 Dompu, salah satu dari sekian sekolah yang kebagian program itu.
Terlihat yang digarap, satu bangunan dengan beberapa lokal di bagian selatan. Satu lagi di bagian barat, juga dengan beberapa lokal.
Terobosan Luar Biasa
Di sebelah timur, nampak Kisman dan beberapa guru dan staf sedang duduk di bawah sebuah pohon. Di antaranya, Faisal, Alamsyah, Ardiansyah, dan lainnya.
Ada meja dan kursi sederhana di sana. Di sampingnya, ada warung (kios) penjaga sekolah. Menjual beberapa makanan dan minuman ringan.
Kamipun ngobrol di sana. Cukup lama. Sekitar dua jam. Ditemani kopi hitam dan camilan.
Banyak hal yang kami bicarakan dan diskusikan. Dari hal yang remeh temeh hingga yang lumayan besar dan berat.
Tetapi, tulisan kali ini hanya fokus pada terkait terobosan-terobosan luar biasa dan program yang sudah dilakukan Kisman selama memimpin satuan pendidikan yang berkedudukan di Desa Karamabura, Kecamatan Dompu itu.
Selain itu, akan diulas juga puluhan program (rencana) yang hendak dilakukan tapi belum terlaksana karena periodesasi jabatan keburu berakhir.
“Jujur, kami akui, selama dipimpin Pak Kisman, sekolah ini banyak mengalami kemajuan,” kata salah seorang guru, Alamsyah, beberapa waktu lalu.

Puluhan Program yang Terlaksana
Setelah hampir satu jam kami ngobrol lepas dalam suasana sejuk di bawah pohon, tibalah waktunya bicara serius. Wawancara untuk berita.
“Kami susun program untuk dilaksanakan, sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMPN 5 Dompu,” demikian Kisman mengawali penjelasan. Sekalian menjadi disclaimer atas materi yang disampaikannya.
Ada puluhan program yang telah dilaksanakan dan diwujudkan Kisman bersama jajarannya. Di antaranya, peningkatan penataan dan tata kelola sekolah, menata sistem administrasi dan manajemen sekolah untuk meningkatkan efektivitas pelayanan pendidikan.
Penguatan kerja sama dan kebersamaan warga sekolah, membangun semangat kerja sama antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, komite sekolah, dan masyarakat.
Meningkatkan kedisiplinan warga sekolah, melakukan pembinaan secara berkelanjutan terhadap kedisiplinan guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik.
Melakukan pengembangan lingkungan sekolah yang lebih tertib dan nyaman, terus menata lingkungan sekolah agar tercipta suasana belajar yang bersih, aman, nyaman, dan kondusif.
“Program literasi juga sudah kami laksanakan. Sekolah terus mendorong peningkatan budaya membaca, menulis, dan pengembangan kemampuan literasi peserta didik,” katanya.
Dilakukan pula penguatan pendidikan karakter dan keagamaan, melaksanakan berbagai kegiatan pembinaan karakter, kedisiplinan, moral, serta kegiatan keagamaan bagi peserta didik.
“Melaksanakan program Literasi Alquran. Kegiatan Literasi Alquran menjadi salah satu program dalam membangun karakter religius peserta didik,” ujar Kisman.
Disamping itu, dilakukan penguatan komunitas belajar guru. Guru didorong untuk terus belajar, berbagi praktik baik, dan meningkatkan kompetensi melalui kegiatan komunitas belajar.
Berikutnya, peningkatan perhatian terhadap sarana dan prasarana sekolah. Berbagai kebutuhan sarana prasarana sekolah telah diidentifikasi, dan sebagian mulai mendapatkan penanganan melalui program revitalisasi dan rehabilitasi.
Pelaksanaan revitalisasi dan rehabilitasi sekolah tahun 2026. Program perbaikan sarana pendidikan terus diupayakan, termasuk rehabilitasi ruang kelas dan fasilitas pendukung lainnya.
Keterlibatan sekolah pada berbagai kegiatan peserta didik, meningkat. SMPN 5 Dompu terus memberikan ruang kepada peserta didik untuk berkembang melalui kegiatan akademik, olahraga, seni, kepramukaan, maupun kegiatan lainnya.
Setelah terus diupayakan, kini semangat perubahan dan kemajuan di satuan pendidikan tersebut terbangun kuat.
“Yang paling penting saat ini, mulai tumbuhnya komitmen bersama bahwa SMP Negeri 5 Dompu harus terus bergerak menuju sekolah yang lebih maju dan berkualitas,” paparnya.
Ini yang Sedang Dilakukan
Saat ini, yang sedang dilaksanakan Kisman, penyelesaian pembangunan dan rehabilitasi sarana prasarana. Namun, masih diperlukan peningkatan dan penyempurnaan beberapa fasilitas sekolah.
Apa saja?
Antara lain, rehabilitasi (perbaikan) ruang kelas, perbaikan atap dan plafon bangunan, penataan ruang administrasi dan ruang kepala sekolah. “Termasuk penyediaan dan perbaikan WC peserta didik, serta rehabilitasi ruang ganti dan fasilitas pendukung lainnya,” ungkapnya.
Mewujudkan lingkungan sekolah yang lebih representatif, yang hendak terus dilakukan Kisman kedepan; penataan halaman sekolah, pembangunan dan pengembangan taman sekolah.
“Juga, penghijauan lingkungan sekolah, penataan area depan dan pagar sekolah. Terwujudnya lingkungan sekolah yang bersih, hijau, indah, dan nyaman,” urainya.
Bagaimana dengan peningkatan fasilitas pembelajaran lainnya?
Menjawab pertanyaan itu, Kisman menjelaskan, sekolah terus berupaya menyediakan fasilitas pembelajaran yang lebih memadai.
Contohnya?
“Media pembelajaran berbasis teknologi, eralatan pendukung pembelajaran, penguatan fasilitas literasi, engembangan perpustakaan, dan eningkatan akses teknologi informasi,” jelasnya.
Terkait peningkatan prestasi peserta didik, kedepan hendak terus diupayakan. Baik di bidang akademik, olahraga, seni dan budaya, kepramukaan, maupun kompetisi dan lomba tingkat daerah hingga nasional.
Bagaimana rencana upaya peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan?
Kisman sudah punya program dan ancang-ancang. Para guru dan tenaga kependidikan di SMPN 5 Dompu akan terus didorong untuk mengikuti berbagai pelatihan dan pengembangan kompetensi.
“Kita dorong untuk terus berbagi praktik baik, mengembangkan inovasi pembelajaran, memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Disamping meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta didik,” tandasnya.
Yang masih ingin dipertajamnya, penguatan program literasi dan numerasi. “Program literasi dan numerasi akan terus dikembangkan agar kemampuan dasar peserta didik semakin meningkat,” tegasnya.
Demikian halnya pengembangan muatan lokal dan budaya Dompu. SMPN 5 Dompu akan terus berupaya mengembangkan pembelajaran yang memperhatikan potensi daerah, budaya, sejarah, bahasa, dan kearifan lokal Dompu.
Mimpi besar lainnya dari Kisman, terwujudnya SMPN 5 Dompu sebagai sekolah yang unggul dan berkarakter. “Tujuan besar yang terus kami usahakan adalah menjadikan SMP Negeri 5 Dompu sebagai sekolah yang unggul dalam prestasi,” sambungnya.
Tentu saja dengan memiliki peserta didik yang berkarakter, religius dan berakhlak baik, disiplin dan bertanggung jawab. Peduli terhadap lingkungan, mampu mengikuti perkembangan teknologi, dan menjadi kebanggaan masyarakat.
“Nasib” Mimpi Besar, dan Harapannya
Pada prinsipnya, Kisman optimis mimpi-mimpi besar yang belum terlaksana dan masih dalam program yang hendak dilaksanakan, akan mampu dijalankan.
Namun, saat ini, dia tidak berani memastikan akan dapat diwujudkan sesuai harapannya. Atau, justeru sebaliknya. “Nasibnya” belum jelas.
Dapat dimaklumi, karena beberapa waktu lalu Kisman telah diberhentikan dari jabatan kepala sekolah. Meski kemudian ditunjuk kembali sebagai Plt. Sampai kapan? Pun tidak dapat dipastikan.
Meski demikian, menurutnya, kemajuan SMPN 5 Dompu tidak dapat diwujudkan hanya oleh satu atau dua orang. Membutuhkan kerja sama seluruh warga sekolah, komite, orang tua, masyarakat, dan pemerintah.
Apa yang sudah terwujud merupakan hasil kerja bersama yang harus terus dipertahankan dan ditingkatkan. Sementara, hal-hal yang belum terwujud menjadi tantangan dan motivasi untuk terus bekerja, berinovasi, dan berjuang.
Bermodal semangat kebersamaan dan komitmen kuat, Kisman berharap sekolah itu akan terus berkembang. “Berkembang menjadi sekolah yang maju, berkualitas, nyaman, berkarakter, dan mampu memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi seluruh peserta didik,” harapnya. (*)
