
Manfaatkan Smart Board, Dosen STKIP Yapis Dompu Sukseskan Dana Indonesia Raya
UPAYA membumikan dan melestarikan bahasa daerah sejak usia sekolah dasar (SD) terus digalakkan melalui program strategis nasional. Kali ini, Kegiatan Uji Coba Kamus KASAMBI sukses digelar di SDN Sambori, Kecamatan Lambitu, Kabupaten Bima, pada Jumat, 18 September 2026.
Program prestisius ini berhasil terealisasi berkat hibah Dana Indonesia Raya –yang sebelumnya dikenal sebagai Dana Indonesiana– Tahun 2025 untuk Kategori Penciptaan Karya Kreatif Inovatif.
Hebatnya lagi, hibah berskala nasional ini berhasil diperoleh secara Perseorangan oleh akademisi muda, Taufik, dosen tetap di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi PBSI) STKIP Yapis Dompu.
Dalam menyukseskan implementasi di lapangan, Taufik terjun bersama anggota tim yang solid. Di antara mereka, ada M. Nur Imansyah, Hasan, Leni Marlina, dan Fitri Handayani.
Melalui program kolaboratif ini, platform digital tersebut dirancang khusus untuk mempermudah generasi muda dalam mengeksplorasi kosakata Bahasa Sambori, Bahasa Bima, dan Bahasa Indonesia secara praktis melalui situs resmi https://kasambi.id/.
Hadir sebagai narasumber utama dalam sosialisasi di ruang kelas ini, dua tenaga pendidik setempat, Sarwiah dan Kalisom. Keduanya merupakan perempuan asli Sambori.
Taufik menilai, kehadiran dua narasumber asli daerah penutur ini dinilai sangat krusial guna menjaga keotentikan pelafalan dan pemaknaan bahasa yang diajarkan kepada puluhan siswa. “Kehadiran beliau-beliau sangat krusial,” ujarnya pada Lakeynews.
Di hadapan para siswa, Sarwiah dan Kalisom memandu tata cara penggunaan Kamus Digital Trilingual Inovatif (KASAMBI) tersebut agar dapat dipraktikkan secara langsung.
Proses simulasi dan pengenalan aplikasi ini menjadi jauh lebih modern dan efisien berkat penggunaan papan pintar (smart board) di dalam kelas.
Keberadaan teknologi layar interaktif ini sangat mempermudah jalannya uji coba. Sebab, materi kamus dapat diakses, disentuh, dan divisualisasikan dengan jelas oleh peserta.
Menariknya juga, setiap entri kata pada kamus ini sudah dilengkapi dengan fitur tombol audio suara penutur asli (native speaker). Sehingga, ketika tombol tersebut ditekan atau diklik, sistem akan langsung mengeluarkan suara pelafalan yang otentik.
Melalui platform https://kasambi.id/, pengguna disuguhkan berbagai fitur menarik. Mulai dari menu Semua Kosakata, Sejarah Sambori, hingga Game Belajar.
Pada tahap uji coba awal ini, sistem katalog lengkap sudah merangkum basis data yang cukup besar. Setidaknya, 715 total entri kosakata.
Pantauan media ini di lapangan menunjukkan, suasana kelas yang begitu hidup. Para siswa SDN Sambori terlihat begitu antusias maju ke depan kelas untuk berinteraksi langsung dengan papan pintar guna mencoba fitur game belajar tebak kata dan artinya.
Model pembelajaran interaktif yang dipandu langsung oleh audio penutur asli ini terbukti membuat anak-anak lebih cepat menangkap materi bahasa daerah yang sedang diuji coba.
Kehadiran inovasi budaya yang diinisiasi akademisi STKIP Yapis Dompu, Taufik bersama timnya, diharapkan mampu mempercepat adaptasi literasi digital berbasis kearifan lokal di lingkungan sekolah dasar secara berkelanjutan.
“Disamping itu, harapan kita, sekaligus menyelamatkan penuturan asli Bahasa Sambori dari ancaman kepunahan di era digital,” papar Taufik, dosen muda penuh energik. (tim)
