
KOTA BIMA – Pemandangan mengharukan tersuguhkan pada momen Launching dan Penyaluran Bantuan Pangan Tahap I alokasi Februari-Maret 2026 Kota Bima yang dipusatkan di Kantor Lurah Lewirato, Kecamatan Mpunda, Sabtu (28/3/2026).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Gufran AH sebagai leading sector hadir dalam kegiatan itu dengan bantuan tongkat. Sebelumnya, Gufran bersama jajaran terlebih dulu menyiapkan acara penyaluran bantuan secara simbolis oleh Wali Kota H.A. Rahman Abidin.
Untuk bisa agak tegak berdiri, Gufran harus bertumpu dan mengandalkan tongkat. Ketika memberikan sambutan dan berjalanpun, tongkat yang menyangga ketiak sebagai kekuatannya.
Beberapa waktu lalu, Gufran yang berboncengan motor dengan istrinya mengalami kecelakaan tunggal di Kota Bima. Akibatnya, harus dipasangi besi pen penyambung tulang pada lutut kanannya.
Meski demikian kondisinya, Gufran menyampaikan sendiri laporannya kepada wali kota. Menurutnya, penerima bantuan di Kecamatan Mpunda mencapai 2.449 orang. 123 orang diantaranya dari Kelurahan Lewirato. Total bantuan yang disalurkan tersebut, 48 ton beras dan 9.796 liter minyak goreng.
“Bantuan ini merupakan bentuk komitmen dan kepedulian Pemerintah Kota Bima dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat,” papar Gurfan.
Dijelaskan, Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa pemberian bantuan pangan beras dan minyak goreng, bukan hanya program yang bersifat seremonial. Lebih dari itu, merupakan program sangat penting dan strategis dalam menjaga daya beli dan memperkuat pondasi ketahanan pangan nasional.
Bantuan ini diberikan kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah, rumah tangga miskin, dan distabilitas. Berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), pada 2026 ini, bantuan pangan beras dan minyak goreng Kota Bima dialokasikan kepada 11.933 jiwa Penerima Bantuan Pangan (PBP).
“Jika dibandingkan tahun sebelumnya (2025), tahun ini ada penambahan 511 jiwa,” papar Gufran.
Total bantuan pangan se-Kota Bima, sebut Gufran, beras dialokasikan sebanyak 298.660 Kg untuk dua bulan, Februari dan Maret. Masing-masing kepala keluarga (KK) mendapat 20 Kg.
Sedangkan minyak goreng, teralokasi 59.732 liter. Masing-masing KK mendapat 4 liter.
“Insya Allah, sesuai Analisa Kerentanan Pangan dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Bima, pada April nanti, ada penyaluran lagi sekitar 500 Kg (setengah ton) untuk 50 orang penerima manfaat,” ungkapnya.

Wali Kota Bima: Bentuk Perhatian Pemerintah pada Masyarakat
Penyaluran bantuan pangan itu dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota H.A. Rahman Abidin kepada 10 perwakilan penerima.
Menurut Wali Kota, “bantuan pangan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat, sekaligus langkah strategis dalam menekan laju inflasi daerah, khususnya pada sektor pangan.”
“Kebijakan ini sangat penting karena komoditas pangan, terutama beras, masih menjadi penyumbang utama inflasi. Kita ingin memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” tegasnya.
Wali Kota juga meminta para lurah dan ketua RT/RW agar terus memperhatikan kondisi masyarakat di lingkungannya, termasuk rumah tidak layak huni, agar kedepan menjadi perhatian pemerintah.
Kepada segenap masyarakat Kota Bima, Wali Kota memohon doa dan dukungan agar berbagai program pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat luas. Termasuk pembangunan RSUD Kota Bima yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Wali Kota dengan jantan menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama masa kepemimpinannya. Dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga sinergi.
“Dengan kebersamaan dan sinergi kita semua, saya yakin Kota Bima akan semakin maju, tetap aman dan nyaman,” imbuh Wali Kota. (tim)
