Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Yapis Dompu, Diana Purwati, berhasil menjadi anggota delegasi Indonesia pada ajang bergengsi III OIC Youth Scientific Congress di Kazan, Republik Tatarstan, Rusia, Oktober 2025. (ist/lakeynews)

DOMPU – STKIP Yapis Dompu makin terdepan. Salah seorang Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris kampus ini, Diana Purwati, berhasil menjadi anggota delegasi Indonesia di ajang bergengsi III OIC Youth Scientific Congress di Kazan, Republik Tatarstan, Rusia, awal Oktober 2025.

Diana sukses mempresentasikan karya ilmiahnya dengan luar biasa dan menakjubkan pada kesempatan langka di pertemuan para ilmuwan muda dunia itu.

Kegiatan berskala internasional tersebut diadakan Kementerian Pendidikan dan Sains Rusia, diikuti sekitar 100 peneliti muda dan ilmuwan dari berbagai negara.

Menjadi salah satu dari 100 orang itu, bukan hal sederhana. Harus melalui perjuangan keras. Sebab, mereka bersaing dengan hampir 2000 peserta untuk bisa lolos.

“Pelamarnya hampir 2000 orang. Hasil seleksi, hanya 100 karya ilmiah terbaik yang berhasil lolos. Selanjutnya mempresentasikan hasil riset mereka di panggung dunia tersebut,” kata Ketua STKIP Yapis Dompu, Dr. Dodo Kurniawan pada Lakeynews, belum lama ini.

Ketua STKIP Yapis Dompu Dr. Dodo Kurniawan. (ist/lakeynews)

Diana yang merupakan Magister Pendidikan (M.Ed), satu-satunya perwakilan dosen dari Nusa Tenggara Barat (NTB) yang lolos seleksi. Ia membawa nama Indonesia, NTB, dan Dompu sebagai bentuk kontribusi akademisi daerah dalam dunia ilmiah internasional.

Menurut Diana, kesempatan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus pembuktian bahwa dosen dari daerah juga mampu berpartisipasi di level dunia. “Saya merasa bangga bisa memperkenalkan Dompu dan STKIP Yapis Dompu di forum internasional,” ujarnya.

Selain mempresentasikan karya ilmiahnya, Diana juga aktif terlibat dalam berbagai diskusi lintas negara tentang pendidikan, pemberdayaan pemuda, dan inovasi pembelajaran di kampus terunggul dan terbesar di Rusia, The Kazan Federal University.

Salah satu momen berkesan baginya, ketika berkesempatan berbincang langsung dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Rusia.

Dalam pertemuan singkat namun bermakna itu, Diana memperkenalkan budaya Dompu melalui tradisi lokal “Muna Pa’a”, sebuah simbol gotong royong dan solidaritas masyarakat Dompu yang mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dan kerja kolektif.

Hal itu tentu saja membuat bangga Dr Dodo Kurniawan. Sebagai Ketua STKIP Yapis Dompu, Dr Dodo menyampaikan apresiasinya.

“Ini bukan hanya kebanggaan bagi kampus, tetapi juga bagi masyarakat Dompu. Prestasi ini membuktikan bahwa dosen dari daerah memiliki kualitas dan daya saing global,” tuturnya senang.

Dilansir dari Video Reels Facebook Diana Purwati, tanggapan dan dukungan juga diberikan rekan-rekan peneliti lain di berbagai negara.

“Saya sangat bangga menjadi orang Indonesia, saat melihat cara Diana melakukan presentasi. Sangat berani, jelas, tidak ada gugup sedikitpun,” ujar salah satu peserta dari Indonesia, Ramadhanti yang tengah menyelesaikan studinya di Cina.

Partisipasi Diana Purwati dalam III OIC Youth Scientific Congress menjadi tonggak penting bagi STKIP Yapis Dompu dalam memperkuat eksistensi dan reputasi kampus di kancah internasional.

Diana berharap, kedepan dapat mengimplementasikan hasil forum tersebut dalam kegiatan akademik dan penelitian di kampus, khususnya dalam bidang English as a Foreign Language (EFL). (tim)