
DOMPU – Bupati Dompu Bambang Firdaus mengharapkan para lulusan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) Dompu menjadi agen perubahan bagi Dompu yang lebih baik.
“Jadilah agen perubahan kedepan, terutama bagi Kabupaten Dompu yang lebih maju dan lebih baik,” kata Bupati Bambang pada Wisuda Angkatan ke XI STKIP Yapis di Paruga Samakai, Senin (15/9/2025).
Baca juga: Lagi, STKIP Yapis Dompu Cetak Ratusan Sarjana Baru
Bupati menyampaikan apresiasi dan penghargaannya kepada STKIP Yapis atas capaiannya. Meluluskan 259 mahasiswa pada September 2025.
“Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan para orang tua yang mensupport pendidikan putra-putrinya,” ujarnya.
Meski demikian, perjalanan para wisudaaan-wisudawati belum berakhir. “Justru wisuda ini menjadi pintu pertama dalam menyongsong perjalanan berikutnya,” kata Bupati.
Menurut dia, kehadiran para lulusan STKIP Yapis ini akan memberi warna baru bagi Kabupaten Dompu di tengah masyarakat.

Karenanya, Bupati mengingatkan agar para lulusan menjadikan dirinya sebagai pribadi yang cerdas, kuat, dan pribadi yang berintegritas. Terlebih tantangan saat ini dan kedepan akan jauh berbeda dengan masa lalu.
“Teruslah belajar dan berinovasi. Implementasikan ilmu yang didapat selama kuliah pada kehidupan di tengah masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII (Bali-NTB) Dr. I Gusti Lanang Bagus Eratodi menguraikan, kebutuhan guru ASN (PNS/PPPK) di Kabupaten Dompu mencapai lebih kurang 2.888 orang.
“Sekitar 50 persen dari kebutuhan tersebut, terpenuhi melalui jalur PPPK,” ungkap Bagus.
Dijelaskan, kualifikasi pendidikan guru dari 2.888 guru PNS di Dompu, hanya 610 orang yang sudah berpendidikan Sarjana (S1). Sisanya masih Diploma (D-III) atau di tingkat yang lebih rendah.
“STKIP Yapis Dompu hadir memberikan akses pendidikan melalui program Rekognisi Pembelajaran,” tandasnya.
Sama dengan Bupati Dompu, Bagus juga berharap para wisudawan STKIP Yapis hadis sebagai agen perubahan. Senantiasa mendukung lahirnya masyarakat Dompu dengan menjadi SDM Unggul, Inklusif, Adaptif dan Berdampak.
“Ini sebagai implementasi “Diktisaintek Berdampak”, memberikan solusi masalah masyarakat sehingga Indonesia Emas 2024 bukan hanya mimpi,” tuturnya. (ayi)
