Kepala SMAN 2 Dompu Hendratno, ketika ditemui Lakeynews di ruang BK sekolah yang dipimpinnya pada Rabu (10/9/2025). (tim/lakeynews)

 

Sekolah Berani Tingkatkan Kualitas Material, Tim Monev Unram Berikan Apresiasi

 

SMAN 2 Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tahun 2025 ini kecipratan paket Bantuan Pemerintah (Banpem) Pusat melalui Program Revitalisasi SMA. Total nilai anggarannya Rp. 2,4 miliar lebih.

Menurut Kepala SMAN 2 Dompu Hendratno, itu untuk beberapa item pekerjaan revitalisasi. “Baik untuk rehabilitasi maupun pembangunan baru,” kata Hendro (sapaan Hendratno) ketika ditemui Lakeynews di ruangan Bimbingan Konseling (BK) sekolah terkait, Rabu (10/9/2025).

Untuk Rehabilitasi, sebutnya, enam ruang kelas dan tiga laboratorium; IPA, Komputer, dan Laboratorium lainnya. Sedangkan pembangunan baru; satu ruang administrasi, satu ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), dan tiga unit toilet beserta sanitasinya.

Diketahui, Program Revitalisasi SMA tersebut merupakan bagian dari alokasi nasional dengan total anggaran yang digelontorkan Rp. 17,15 triliun. Dana sebesar itu diberikan kepada 10.440 sekolah negeri dan swasta yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Salah satunya, SMAN 2 Dompu.

Dijelaskan Hendro, pekerjaan fisiknya dilakukan selama 150 hari kalender. Dimulai sejak 24 Agustus 2025. Dan, dilaksanakan dengan mekanisme swakelola berbasis sekolah.

“Ini sesuai dengan ketentuan Permendikbudristek Nomor 18 Tahun 2022 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa oleh Satuan Pendidikan,” papar Hendro yang saat itu didampingi salah seorang Wakasek, H.M. Amin, dan seorang Guru, Rikman.

Papan informasi kegiatan dan beberapa di antara item pekerjaan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi SMAN 2 Dompu 2025. (tim/kolase/lakeynews)

Kedepankan Transparansi, Akuntabilitas, dan Libatkan Masyarakat

Diakui Hendro, bantuan Pempus melalui program ini menjadi momentum penting bagi SMAN 2 Dompu untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pembelajaran.

“Kami berharap dengan selesainya program revitalisasi ini, siswa akan belajar dengan lebih nyaman dan aman, serta mutu pendidikan bisa meningkat,” ujarnya.

Program revitalisasi ini, ungkap Hendro, dilaksanakan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan pelibatan masyarakat.

Sesuai pedoman, sekolah terlebih dulu membentuk Panitia Pelaksana Revitalisasi Satuan Pendidikan (P2SP) yang melibatkan unsur guru, tenaga kependidikan, serta perwakilan masyarakat.

“Tujuannya agar kegiatan pembangunan tidak mengganggu jalannya proses belajar mengajar, dan dapat memberi manfaat maksimal bagi warga sekolah,” tuturnya.

Apalagi Program Revitalisasi 2025 juga diprioritaskan untuk mengembalikan fungsi ruang belajar yang rusak, serta menambah fasilitas baru sesuai standar.

Dengan adanya rehabilitasi ruang belajar dan tambahan bangunan baru, SMAN 2 Dompu diharapkan mampu memberikan layanan pendidikan yang lebih baik kepada ratusan siswanya.

“Jadi, program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah NTB dalam meningkatkan akses dan mutu pendidikan menengah,” cetusnya.

SMAN 2 Dompu berkedudukan di Jalan Lele, Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. (tim/lakeynews)

Sesuai Ketentuan, Nihil Rekomendasi Perbaikan

Pada sisi lain, Hendro menegaskan, bahwa seluruh proses pekerjaan proyek ini dilaksanakan sesuai ketentuan, hasil bimbingan teknis nasional di Jakarta, dan mendapat pengasan langsung dari Kejaksaan Negeri Dompu.

Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kekhawatiran terjadinya penyimpangan, seperti korupsi dan lainnya. “Hingga hari ke-16 pelaksanaan, semua item pekerjaan —baik rehabilitasi maupun pembangunan baru— berjalan hampir bersamaan,” urainya.

Pihak sekolah juga memastikan telah menyampaikan pemberitahuan resmi kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu sebagai pendamping program Bantuan Pemerintah (Banpem) Revitalisasi 2025.

Pada Sabtu (6/9/2025) lalu, Fasilitator Program Banpem Revitalisasi untuk NTB dari Universitas Mataram (Unram) melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) di lokasi proyek.

Informasi yang dihimpun media ini, selain SMAN 2 Dompu, Tim Monev juga melakukan hal yang sama di SMAN 2 Kilo, SMAN 1 Manggelewa, dan SMAN 3 Dompu, serta sejumlah sekolah di Kota dan Kabupaten Bima.

Khusus di SMAN 2 Dompu, hasil Monev Unram, tidak ditemukan (nihil) catatan atau rekomendasi perbaikan. Bahkan, Tim Monev memberikan apresiasi karena SMAN 2 Dompu berani meningkatkan kualitas material. Seperti mengganti keramik dengan granit yang dianggap ebih kokoh dan tahan lama.

Tim Monev Unram juga menilai, sekolah ini memiliki standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang lebih disiplin.

“Kami diwajibkan mengenakan helm dan rompi keselamatan. Begitu juga para pekerja yang terus diingatkan untuk mematuhi SOP K3,” ungkap salah seorang Fasilitator Unram.

SUMBER INSIDEN: Inilah pohon yang dahan keringnya jatuh dan mengenai kabel di tempat tinggal penjaga SMAN 2 Dompu. (tim/lakeynews)

“Insiden Listrik, Bukan Kecelakaan Pekerja Proyek”

Belakangan ini beredar informasi, bahwa diduga telah terjadi kecelakaan kerja di salah satu titik proyek. Kabarnya, ada orang yang kesetrum listrik. Bagaimana kejadian sesungguhnya?

Menjawab itu, Hendro menegaskan peristiwa pada 28 Agustus 2025 malam itu bukan di lokasi proyek, namun di rumah penjaga sekolah.

“Siang harinya, kepala TU kami meminta stafnya, Nurdin, membantu memperbaiki kabel listrik rumah penjaga yang jatuh tertimpa dahan pohon. Dahan itu sudah kering (mati),” kata Hendro menjelaskan kejadian itu.

Kemudian pada malam hari, Nurdin bersama penjaga sekolah Miswanto mencoba memperbaiki kabel tersebut. Karena kondisi kabel sudah tua dan bagian luar (kulit)-nya ada terkelupas, Nurdin tersengat listrik ketika memindahkannya.

Beruntung kejadian itu tidak menimbulkan cidera serius. Diakui Hendro, insiden ini murni urusan internal sekolah, antara kepala TU dan stafnya.

“Jadi, bukan kecelakaan pekerja proyek. Kejadiannya, bukan di tempat pekerjaan proyek,” tegasnya mewanti-wanti.

Justru, katanya, saat insiden berlangsung, progres pekerjaan rehab atap sudah mencapai 80 persen. Tidak ada aktivitas pembangunan pada malam hari.

“Panitia memastikan tidak ada pekerja yang mengalami kecelakaan di lokasi proyek,” tegasnya lagi.

 

Batasi Akses, Pasang Garis Polisi

Sejak Sabtu, 23 Agustus 2025, pihak sekolah telah memasang garis polisi (police line) di area rehabilitasi dan pembangunan baru. Pemasangan garis polisi itu untuk membatasi akses orang keluar-masuk di lokasi tersebut.

Dua hari kemudian, tepatnya saat momen upacara bendera pada Senin (25/8/2025) dilakukan sosialisasi. “Kita tekankan agar warga sekolah, guru-guru, TU, dan siswa-siswi menjauhi lokasi proyek,” ungkap Hendro.

Dengan demikian, lanjut mantan kepala SMAN 3 Dompu dan SMAN 1 Hu’u itu membantah (jika ada) yang menyebutkan dan mengaitkan insiden listrik itu dengan kecelakaan kerja proyek revitalisasi. “Itu sama sekali tidak benar,” tegasnya.

“Saya tegaskan kembali, pekerjaan revitalisasi berjalan sesuai aturan, dan transparan. Dilaksanakan sesuai standar keselamatan yang ketat, serta dalam pendampingan tim teknis yang sudah diverifikasi pihak Direktorat PSMA, aparat, dan fasilitator resmi,” pungkas Hendro. (tim)