Ketua OSIS SMAN 3 Dompu Muamar bersama Kasek Eva Patriani didampingi dua Wakasek, Ida Faridah dan Nurnaningsih, menyerahkan dana hasil penggalangan kepada Ketua Organisasi Salimah Dompu Baiq Emma S. Yulianti. (ayi/lakeynews)

DOMPU – Penggalangan dana bantuan Palestina yang dilakukan SMAN 3 Dompu selama dua hari, berhasil menghimpun uang sebesar Rp. 10 juta.

Dana tersebut diserahkan Ketua OSIS Muamar bersama Kepala Sekolah Eva Patriani kepada Ketua Organisasi Salimah Dompu Baiq Emma S. Yulianti

Ikut mendampingi penyerahan dana bantuan tersebut Wakasek Humas Ida Faridah dan Wakasek Kesiswaan Nurnaningsih.

Serah-terima dana bantuan dilakukan usai kegiatan Pembinaan Imtak (Iman dan Takwa) di Musala SMAN 3 Dompu, Jumat (1/8/2025) pagi.

Momen Pembinaan Imtak siswa-siswi di Musala SMAN 3 Dompu sesaat sebelum penyerahan dana bantuan Palestina melalui Organisasi Salimah Dompu. (ayi/lakeynews)

Diketahui, penggalangan yang dipimpin oleh Kasek Eva Patriani tersebut dilakukan pada hari Senin-Selasa (28-29/7/2025).

Sejumlah titik disasar siswa-siswi dan guru-guru. Antara lain di Desa O’o dan Desa Karamabura, serta di Kelurahan Dorotangga –termasuk Taman Kota Dompu–, dan Kelurahan Bali.

Baca jugaSMAN 3 Dompu Peduli Palestina; Hari Pertama Aksi Terkumpul Rp. 4,3 Jutaan

“Semoga bantuan dana dari hasil penggalangan SMAN 3 Dompu ini bermanfaat meringankan beban saudara-saudari kita di Palestina,” kata Eva Patriani pada Lakeynews, Sabtu (2/8/2025) malam.

Di antara perjuangan siswa-siswi SMAN 3 Dompu saat menggalang dana bantuan Palestina di Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu. (ayi/lakeynews)

Menurutnya, selain untuk membantu warga Palestina, penggalangan dana bagian dari upaya mewujudkan delapan dimensi profil lulusan. Yakni keimanan dan ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.

“Hal-hal inilah yang kami upaya tanamkan kepada para peserta didik,” jelas alumni peraih Cumlaude Magister Pendidikan (S2) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung ini.

Selain itu, kegiatan tersebut sebagai implementasi dari pembelajaran Kokurikuler Lintas Mata Pelajaran (Mapel). “Mapel yang terlibat ini antara lain, Pendidikan Agama Islam, PPKN, Sosiologi, Ekonomi, Matematika, dan Penjaskes,” sebut Eva. (ayi)