Ketua Yapis Dompu Arman H. Manan diwakili istrinya, Nadirah, menyerahkan sejumlah dana untuk membantu siswa kurang mampu dan diterima Kepala SMAN 3 Dompu Eva Patriani, Sabtu (29/6/2024). (tim/lakeynews)

DOMPU – Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) Dompu sukses mendirikan dan mengembangkan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) di Bumi Nggahi Rawi Pahu.

Meski demikian, yayasan yang diketuai Arman H. Manan ini, tidak hanya mengurus dan memperhatikan sumber daya manusia (SDM) di dua perguruan tinggi itu melalui Program Beasiswa bagi para mahasiswa kurang mampu. Lebih dari itu, perhatiannya juga tercurah pula pada siswa-siswi kurang mampu.

Nadirah Istri Ketua Yapis Dompu Arman H. Manan bersama Kepala SMAN 3 Dompu Eva Patriani dan keluarga besar sekolah tersebut. (tim/lakeynews)

Mengawali perhatian tersebut, Yapis Dompu menggelontorkan dana untuk membantu sejumlah peserta didik SMAN 3 Dompu yang dianggap kurang mampu.

Pengamatan Tim Lakeynews, bantuan tersebut diserahkan Ketua Yapis Dompu Arman H. Manan diwakili salah seorang pengurus yang juga istri ketua yayasan, Nadirah, Sabtu (29/6/2024).

Bantuan yang diserahkan anggota DPRD Dompu dua periode dan kini terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi NTB itu, diterima Kepala SMAN 3 Dompu Eva Patriani di sekolah setempat.

Istri Ketua Yapis Dompu Arman H. Manan, Nadirah yang juga anggota DPRD Dompu dua periode dan kini terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi NTB, saat memberikan sambutan. (tim/lakeynews)

“Saya titip rezeki dari Yapis Dompu untuk membantu pengadaan (pembelian) seragam (termasuk baju batik) siswa baru SMAN 3 Dompu yang kurang mampu. Semoga bantuan ini berkah buat anak-anak hebat,” harap Nadirah, saat memberikan sambutan.

Sedianya, menurut Nadirah, bantuan itu diserahkan Ketua Yapis Dompu. Namun, Sabtu pagi tadi, Arman mendadak ke Mataram. Karena itu, Nadirah mewakilinya untuk menyerahkan bantuan.

“Beliau titip salam dan permohonan maaf kepada kita semua karena tidak sempat hadir di SMAN 3 Dompu,” ujar Nadirah pada acara yang dipandu Pembina OSIS SMAN 3 Dompu Ida Faridah.

Ketua Yapis Dompu Arman H. Manan bersama istrinya, Nadirah. (ist/lakeynews)

Pada kesempatan itu, Nadirah memberikan memotivasi dan menyemangati para peserta didik agar belajar sungguh-sungguh. “Tetaplah semangat dalam menuntut ilmu. Permasalahan ekonomi bukan halangan kita dalam menuntut ilmu,” cetusnya.

Dia mengimbau siswa-siswi agar lanjut kuliah setelah tamat SMA nanti. STKIP dan STIE Yapis Dompu menyediakan beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu yang memiliki semangat belajar.

“Sudah banyak alumni SMAN 3 Dompu yang kuliah di Yapis secara gratis (beasiswa) di STKIP dan STIE Yapis Dompu,” papar alumni S1 Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada itu.

Nadirah juga menasihati siswa SMAN 3 Dompu agar senantiasa taat dan hormat pada orang tua. Kalau ingin sukses, lanjutnya, harus taat pada orang tua.

“Ibu (Nadirah, red) sukses menjadi anggota DPRD Dompu 2 periode dan sekarang terpilih lagi menjadi anggota DPRD Provinsi NTB, tidak lepas dari doa dan rida orang tua,” lagi-lagi Nadirah memberikan memotivasi.

Kepala SMAN 3 Dompu Eva Patriani memberikan sambutan. (tim/lakeynews)

Eva Patriani: Ini Akan Sangat Membantu Siswa dan Sekolah

Sebelumnya, Kepala SMAN 3 Dompu Eva Patriani menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak STKIP Yapis atas kepeduliannya, ikut membantu siswa-siswa kurang mampu di SMAN 3 Dompu.

“Sebagian besar siswa di SMAN 3 Dompu, ekonominya tergolong kurang mampu,” ungkap alumni S1 FKIP Universitas Mataram dan S2 FKIP Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) – Bandung.

Karenanya, kata Eva dalam sambutannya, bantuan yang diberikan Yapis Dompu ini akan sangat bermanfaat bagi peserta didiknya.

“Sekolah juga terbantu, karena dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) tidak bisa dipakai untuk pengadaan seragam siswa,” ujarnya.

Susana ice breaking pada peserta didik dengan Tepuk Anak Saleh. (tim/lakeynews)

Pertemuan Nadirah (perwakilan Yapis Dompu) dengan kepala sekolah, wakasek, guru dan siswa SMAN 3 Dompu itu, diakhiri ice breaking pada peserta didik dengan Tepuk Anak Saleh. (tim)