Wakapolres Dompu Kompol Abdi Mauluddin, S.Sos. (ist/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Sepeda motor berknalpot racing masih ramai berseliweran di hampir semua (delapan) kecamatan di Kabupaten Dompu.

Keberadaan mereka dirasa sangat mengganggu kenyamanan dan ketenteraman warga. Terutama ketika warga menunaikan ibadah dan istirahat –baik siang lebih-lebih pada malam hari.

Merespon hal itu dan demi menciptakan kondusifitas wilayah, Kamis (19/8/2021) petang lalu, Polsek Pekat yang dipimpin Kapolsek IPDA Muh. Sofyan Hidayat, S.Sos, melakukan razia knalpot racing.

Razia yang digelar di depan Mako Polsek, Jalan Raya Lintas Calabai tersebut berhasil mengamankan delapan unit kendaraan roda dua berknalpot racing.

Sebagai shock therapy, kepada para pengendara diberikan sanksi. “Mereka kita suruh push up,” kata Kapolres Dompu melalui Kapolsek Pekat Muh. Sofyan Hidayat.

Selain itu, para pengendara tidak diperbolehkan pulang atau membawa pulang sepeda motornya, sebelum dipasang kembali knalpot standar pabrik motor tersebut.

Itu baru di Polsek Pekat. Bagaimana dengan Polres Dompu sendiri dan Polsek (kecamatan) lain, Polsek Dompu, Woja, Pajo, Hu’u, Manggelewa, Kempo dan Kilo?

Mantan Ketua DPRD Dompu Rafiuddin H. Anas “menantang” Polres dan Polsek-polsek jajarannya untuk melakukan hal yang sama dengan Polsek Pekat.

“Kita berharap Polsek-polsek lain di bawah Polres Dompu kiranya dapat melakukan razia knalpot racing ini,” kata Rafiuddin pada Lakeynews.com.

Bahkan di Grup WA Lakeynews, Jumat (20/8/2021) sore, pria yang akrab disapa Dae Fi itu secara khusus mempertanyakan waktu pelaksanaan razia oleh dua Polsek.

“Kapan Polsek Woja dan Polsek Kota (Dompu, red) punya kegiatan yang sama? Kita tunggu kiprah Waka (Waka Polres Dompu, res) dan jajarannya. Amin,” tantang Dae Fi.

Bagaimana respon dan reaksi pihak kepolisian?

Unsur pimpinan korps baju cokelat di Kabupaten Dompu siap melayani tantangan mantan ketua dewan dan elemen warga tersebut.

Wakapolres Dompu Kompol Abdi Mauluddin, S.Sos, dengan tegas mengatakan, pihaknya sangat merespon dan siap menindaklanjutinya.

“Bahkan, bukan hanya knalpot racing. Tetapi semua jenis penyakit sosial di masyarakat,” kata Kompol Abdi pada Lakeynews.com, Jumat malam.

Apalagi ketika dia melakukan Jumatan Keliling, muncul berbagai aspirasi masyarakat. Namun, salah satu persoalan yang paling mendesak ditangani adalah knalpot racing.

Ketika Kompol Abdi Jumatan pertama di Masjid Agung Baiturrahman Dompu, beberapa waktu lalu misalnya. Sejumlah tokoh agama berharap, kepolisian segera merazia knalpot racing.

“Suara knalpot racing ini sangat mengganggu warga yang sedang beribadah (salat),” jelas pria yang semasa kecilnya akrab disapa Deny itu.

Abdi mendukung agar Polsek-polsek segera menindaklanjuti harapan dari keresahan masyarakat Dompu tercinta ini.

Masih terkait keresahan masyarakat dan penyakit sosial, Abdi mengatakan, Polsek adalah garda terdepan kepolisian di tingkat kecamatan.

“Dalam pelaksanaan razia knalpot racing, saya berharap Polsek-polsek tetap berkoordinasi dengan Satuan Lalulintas untuk mem-back up-nya,” imbuhnya. (tim)