
Perintahkan Camat segera Sikapi Laporan Masyarakat
–
DOMPU, Lakeynews.com – Bupati Dompu “Aby” Kader Jaelani (AKJ) mengingatkan para kepala desa (Kades) agar tidak berpikir meraup keuntungan dalam mengelola pemerintahan dan melaksanakan program-program pembangunan.
Di samping itu, dalam memimpin rakyat dan desanya, seorang Kades dimintai supaya mengedepankan dan menggunakan hati nurani. Tidak memilah-memilih dan membeda-bedakan rakyat yang satu dengan lainnya.
Dua peringatan itu, antara lain yang disampaikan Aby Jio (sapaan akrab Kader Jaelani), ketika memberikan sambutan usai melantik 16 Kades hasil Pilkades Serentak 2021, di Pendopo Bupati, Jumat (13/8/2021) pagi.
Baca juga: AKJ Lantik 16 Kades Hasil Pilkades Serentak 2021
Menurut AKJ, dalam pengelolaan pembangunan di desa, para Kades harus berorientasi pada hasil yang maksimal. Tentu saja sesuai rencana dan ketentuan yang telah ditetapkan.
“Jangan saudara-saudara (para Kades, red) berpikir mencari keuntungan. Sebab, dengan berorientasi pada hasil yang maksimal, saudara tidak akan berpikir untuk mencari keuntungan dalam setiap pelaksanaan program pembangunan,” tegasnya.
–
Dipilih Rakyat, Adil Melayani Rakyat
AKJ sempat menekankan terkait orientasi pengabdian. Selama ini, katanya, masih ada beberapa oknum Kades yang tidak menyadari dan tidak mengerti bahwa mereka dipilih oleh masyarakat (rakyat).
“Akibat ketidaktahuannya tersebut, kepentingan masyarakat banyak yang tidak terlayani,” ujarnya.
“Karena itulah, dalam melaksanakan tugas dan program pembangunan, para kepala desa harus berorientasi pada pengabdian,” imbuh AKJ lagi.
Pada sisi lain, AKJ meminta para Kades adil dalam melayani rakyatnya. Tanpa memandang siapa dan apa kedudukan orang. Tidak memandang apakah pendukung atau bukan.
“Harapan besar masyarakat dengan naiknya Kades baru, pelayanan yang mereka terima kedepan lebih baik dari sebelumnya,” paparnya.
Sekali lagi, AKJ berpesan kepada para Kades yang baru dilantik untuk betul-betul menggunakan hati dalam melaksanakan tugas.
“Gunakanlah hati nurani dalam memimpin. Tidak membeda-bedakan masyarakat, memilih saudara atau tidak. Mereka semua adalah warga kita,” tuturnya.
Bupati AKJ tidak asal bicara. Ketika mengunjungi beberapa tempat (wilayah), dia mendapat “pengaduan” dari warga setempat.
“Ada warga yang menyampaikan begini kepada kami, “Pak Bupati, kami tidak dianggap sebagai masyarakatnya karena kami tidak memilih kades yang terpilih.” Saya minta Kades seperti itu,” tegasnya.
Bagaimana tanggapan Bupati?
Bupati menyampaikan kepada warga tersebut agar menyampaikan hal itu kepada camat setempat.
Pada momen pelantikan 16 Kades itu, AKJ memerintahkan kepada para camat agar segera menyikapi, merespon dan menindaklanjuti laporan masyarakat.
“Kemana lagi mereka harus mengadu, jika bukan ke kita,” ujar Bupati AKJ dengan nada simpati.
Khusus terkait ini, AKJ meminta kepada para Kades agar mengimbau dan menasihati Tim Suksesnya untuk tidak mempermasalahkan lagi antara memilih atau tidak memilih Kades terpilih pada Pilkades yang lalu. (tim)
