
MATARAM, Lakeynews.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB mengingatkan seluruh masyarakat di daerah ini agar mewaspadai bencana, terlebih di musim peralihan saat ini.
Perlunya kewaspadaan itu, mengingat NTB memiliki kerawanan terhadap terjadinya bencana. Di antara potensi bencana alam yang sering terjadi pada musim penghujan adalah banjir dan angin puting beliung.
“Banjir dan angin puting beliung menjadi kalender tahunan beberapa wilayah kabupaten/kota di NTB,” kata Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, Kamis (12/11).
Hal tersebut disampaikan Gubernur dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kapolda Irjen Pol. Muhammad Iqbal, S.I.K., M.H, saat Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Alam Dalam Masa Pandemi Covid-19 di Eks Bandara Selaparang.
Menurut Gubernur, dampak sosial dari bencana alam secara langsung dirasakan masyarakat. Belum lagi kerugian ekonomi yang ditimbulkan.
Karena itu, perlu langkah-langkah antisipasi penanggulangan secara nyata dalam bentuk kesiapan personel dan sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam penanganannya.
Upaya penanggulangan bencana alam di NTB, kata Gubernur, tidak bisa tanpa adanya sinergi antara TNI, Polri, stake holder dan masyarakat. Sebagai leading sector adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi dan kabupaten/kota.
Para pihak terkait perlu bersama-sama memberikan pembekalan kepada masyarakat agar siap di kondisi apapun dalam menghadapi ancaman. Selain harus selalu awas dan tenang.
“Penting untuk mempersiapkan alat-alat keselamatan dan kebutuhan dasar yang sudah dikemas seperti P3K, alat bantu penerangan, radio/ponsel, minuman dan makanan ringan tahan lama,” pesan Doktor Ekonomi Industri tersebut.
Secara terpisah, Sekda NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, mengajak seluruh elemen masyarakat agar secara mandiri memiliki ketahanan dalam menghadapi kemungkinan bencana yang datang. Tidak bisa hanya mengandalkan unsur Kepolisian, TNI dan pemerintah.
Sekda juga menjelaskan kesiapan Pemprov NTB dalam menghadapi bencana, termasuk soal politik kebijakan anggaran.
“Begitu juga dengan pemerintah kabupaten dan kota se-NTB juga harus memiliki kepedulian anggaran yang dialokasikan untuk mengatasi bencana tersebut,” sarannya.
Menurutnya, kebutuhan anggaran harus didukung dan disesuaikan dengan kemampuan fiskal di daerah masing-masing. (tim)
