Kapolda NTB Irjen Pol. Mohammad Iqbal, SIK, MH dan pihak BNN NTB saat menggelar jumpa pers di Mapolda. (ist/lakeynews.com)
Gembong Narkoba antarprovinsi yang berhasil amankan bersama barang bukti 3,3 Kg lebih Sabu-sabu oleh Tim Gabungan dari Kepolisian dan BNN NTB. (ist/lakeynews.com)

AWAL Juli 2020 ini, Tim Gabungan dari Kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB mengukir prestasi yang spektakuler.

Mereka berhasil menangkap gembong Narkoba antarprovinsi di Kota Mataram, Rabu (1/7) pagi menjelang siang. Pengedar Narkoba partai besar itu diamankan bersama barang bukti lebih dari 3,3 kilogram (Kg) narkotika jenis Sabu-sabu.

Tim Gabungan tersebut; Opsnal Direktorat Resnarkoba Polda NTB dipimpin AKP Made Yogi Purusa Utama, SIK, Satuan Resnarkoba Polresta Mataram dipimpin Kasat Resnarkoba AKP Elyas Ericson, SH, SIK, dan Tim Berantas BNN NTB.

Kesuksesan tersebut mendapat apresiasi dari Kapolda NTB Irjen Pol. Mohammad Iqbal, SIK, MH. Tim gabungan dinilai telah menyelamatkan generasi bangsa dengan mengamankan Narkoba jenis Sabu-sabu dalam jumlah cukup besar.

“Tidak ada kompromi terhadap pelaku Narkoba. Lebih-lebih ini adalah jaringan peredaran Narkoba antarprovinsi,” tegas Irjen Iqbal dalam jumpa pers di Mapolda NTB.

“Atas nama institusi Polri, saya ucapkan terima kasih atas kekompakan tim gabungan, dengan prestasinya di Hari Bhayangkara ke-74 ini,” sambung Irjen Iqbal sebagaimana kutip Kabid Humas Polda Kombes Pol Artanto, SIK, M.Si.

Sementara itu, Direktur Resnarkoba Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma R., SIK, MH, mengungkapkan kronologis penangkapan pengedar Narkoba yang biasa bertransaksi dalam jumlah besar, inisial SR alias Tio (25).

Menurutnya, penangkapan SR setelah sebelumnya polisi menangkap tiga kawanan pelaku. “Salah satunya, pacar pelaku berinisial SY alias Cece,” ujarnya.

Pengungkapan kasus besar ini merupakan hasil pengembangan dari informasi masyarakat. Bahwa di sekitar Jalan Amir Hamzah Lingkungan Karang Sukun, Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, sering dijadikan lokasi transaksi Narkoba.

“Ternyata benar. Dari pengungkapan tersebut, selain bisa menangkap pelaku, juga berhasil mengamankan lebih dari tiga kilogram Narkoba jenis Sabu-sabu,” papar Helmi.

Sebenarnya, upaya pengungkapan peredaran barang haram tersebut, dilakukan mulai Senin (29/6). Diawali dengan melakukan pemantauan di lokasi yang biasa jadi tempat mangkal pelaku. Dan, menurut informasi, pelaku saat itu akan melakukan transaksi dalam jumlah besar.

Sekitar pukul 20.30 Wita anggota mendapat informasi ada seorang laki-laki yang melintas di Jalan Genggong, Komplek Perumahan Karang Sukun dengan kecepatan tinggi. “Saat akan melintasi portal jalan, laki-laki tersebut tiba-tiba membuang sesuatu ke arah gudang besi,” beber Helmi.

Setelah dilakukan pemeriksaan di dalam gudang besi tersebut, ditemukan satu buah tas plastik warna merah. Di dalamnya terdapat enam bungkusan besar yang digulung menggunakan lakban hitam.

Selain itu, ditemukan pula sebuah HP merek Nokia warna biru masih dalam kotaknya (baru), satu buah tas HP warna biru bertuliskan “SUPER MURAH”, dan sepasang sandal slop warna hitam merk NIKE.

“Setelah dicek menggunakan teskit terhadap salah satu gulungan, dengan mengambil sebagian kecil isinya berupa kristal bening, ternyata hasilnya positif Metamphetamin atau Sabu-sabu,” tutur Helmi.

Berdasarkan hasil pengecekan dengan meneliti rekaman video CCTV di toko sesuai tas HP yang ditemukan, polisi melakukan pengembangan. Dan, menangkap teman dekat pelaku, inisial DP bersama barang bukti, di Abi Gues House, Jalan Adi Sucipto Gang Cempaka, Kelurahan Rembiga.

Dari informasi DP, polisi lalu mendatangi sebuah kos-kosan di Punia. Saat itu berhasil mengamankan SY alias Cece. Dari pacar pelaku SR alias Tio inilah, polisi mendapatkan alamat Tio di Jalan Abdul Karim Munsyi Gang Dahlia, Lingkungan Punia Saba, Kelurahan Punia.

Saat mendatangi rumah pelaku, polisi pun mengamankan ZK, saudara dari pelaku utama. Di kamar pelaku ini ditemukan barang bukti Narkoba jenis Sabu-sabu.

Selang dua hari kemudian, Rabu (1/7) sekitar pukul 10.30 Wita, polisi mendapat kabar bahwa pelaku inisial SR alias Tio sedang berada di sekitar Sayang-sayang dan Selagalas.

Saat itulah, tim gabungan membekuk pelaku di Jalan Peternakan Kelurahan Selagalas Kecamatan Cakranegara.

“Berat bruto Narkoba jenis Sabu-sabu yang berhasil diamankan adalah 3.316,75 gram (3,3 Kg lebih),” papar Helmi.

Sejumlah barang bukti lain yang berhasil diamankan polisi; satu unit sepeda motor merk Honda Scoopy warna hitam coklat tanpa Nopol, baju kaos warna hitam dan topi warna hijau army merek RipCurl.

Selain itu, buku tabungan rekening BCA atas nama SY alias Cece dan dua buah tabungan rekening Bank Mandiri dan BCA atas nama SR alias Tio, dan beberapa barang bukti pendukung lainnya.

Para pelaku yang dibekuk bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-74 tersebut akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman pidana paling singkat 4 hingga 20 tahun.

Pasal 112 ayat (2) menyebutkan, “bahwa memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman melebihi diancam pidana penjara paling singkat 4 tahun,” tutupnya. (won)