Sekretaris ITK NTB Juliansyah menunjukkan Surat Tanda Bukti Lapor-nya ke Polres Dompu, Senin (23/10/2017). (asm/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Direktur PT. Pesona Dompu Mandiri (PDM) berinisial Shm, dilaporkan ke Polres Dompu dengan dugaan penipuan dan penggelapan. Pelapornya, LSM Institusi Transparansi Kebijakan (ITK) NTB yang bertindak untuk dan atas nama korban, Ismail Duru, warga Kandai I, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu.

“Ismail Duru mengaku ditipu oleh pihak perusahaan itu. Makanya, saya selaku LSM ITK NTB tadi sekitar pukul 10.00 Wita resmi melaporkan perusahaan tersebut ke polisi,” ungkap Sekretaris ITK NTB Juliansyah pada wartawan, beberapa saat usai memberikan laporan ke Mapolres Dompu, Senin (23/10/2017) siang.

Laporan tersebut sesuai dengan Surat Tanda Bukti Lapor dengan Nomor: STBL/521.a/X/2017/NTB/Res.Dompu, yang ditandatangani Kanit SPKT II AIPTU Abdul Wahab atas nama Kapolres Dompu.

“Tadi laporan saya langsung di-BAP. Korban juga sudah diperiksa oleh polisi,” papar Juliansyah.

Sesuai STBL itu juga, Juliansyah kemudian menceritakan secara singkat kronologis kejadian dugaan penipuan dan penggelapan tersebut. Awalnya, korban menjual sebidang tanah yang luasnya sekitar 68 are kepada Direktur PT. PDM. Harganya, sesuai kesepakatan, Rp. 1 juta per are.

“Saat itu korban sudah membubuhkan tandatangan jual beli di Notaris Sudarmawan, SH, M.Kn, di Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, dengan perjanjian uang pembayaran akan masuk langsung melalui rekening,” jelasnya.

Usai membubuhkan tandatangan, sambung Juliansyah, tepatnya setelah korban mengecek rekeningnya, ternyata uang pembayaran tanah yang masuk ke rekeningnya hanya Rp. 32 juta. Sementara di dalam perjanjian awal, seharusnya uang pembayaran itu Rp. 60 juta, sesuai dengan jumlah luas tanah 68 are. Sedangkan Rp. 8 juta sudah diterima lebih dulu oleh korban sebagai panjarnya.

“Jadi, nilai uang yang diterima korban tidak sesuai dengan jumlah yang disepakati. Total yang sudah dibayarkan baru Rp. 40 juta, sementara Rp. 28 juta belum dibayar dan tidak ada itikad pihak perusahaan untuk membayarnya,” ungkapnya lagi.

Berangkat dari persoalan itu, kata Juliansyah, korban sudah beberapa kali berusaha mempertanyakan dan menagih sisa uang tersebut. Namun, tidak direspon baik oleh pihak PT. PDM.

“Korban beberapa kali mendatangi pihak PT. Pesona Dompu Mandiri. Tapi pihak perusahaan itu hanya memberikan janji-janji yang sampai detik ini tidak ada realisasinya,” terangnya.

Korban merasa dan menganggap PT. PDM tidak punya niat baik untuk menyelesaikan kewajibannya. Akhirnya, korban meminta bantuan dan memberikan kuasa penuh kepada ITK NTB untuk melakukan advokasi terhadap masalah tanah korban yang dijual kepada PT. PDM. Kuasa juga diberikan korban kepada ITK untuk mewakili penuh dan menyelesaikan masalah ini dalam bentuk apapun.

“Itulah alasan kenapa kami dari LSM ITK NTB langsung melaporkan Direktur PT Pesona Dompu Mandiri ke Polres Dompu,” beber Juliansyah.

Sementara itu, Direktur PT. PDM, Shm, hingga berita ini dimuat belum berhasil dikonfirmasi. Dimana posisi dan alamatnya juga belum diketahui.

Upaya konfirmasi dilakukan melalui telepon telepon genggamnya. Beberapa kali dihubungi ke nomor 08121999xxxx, meski selalu terdengar nada sambung namun tidak terangkat. Demikian pula dikonfirmasi melalui pesan singkat (SMS), pun tidak ada jawaban. (asm/won)