Mahasiswa yang tergabung dalam GPNF MUI NTB menggelar aksi damai sepanjang Jalan Langko, Jumat (2/12). (foto ji/lakeynews.com)
Mahasiswa yang tergabung dalam GPNF MUI NTB menggelar aksi damai sepanjang Jalan Langko, Jumat (2/12). (foto ji/lakeynews.com)

MATARAM, Lakeynews.com – Mahasiswa dari berbagai organisasi menggelar aksi turun ke jalan di Kota Mataram, Jumat (2/12). Mereka menuntut aparat kepolisian menahan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terkait kasus dugaan penistaan agama. Selain itu, mahasiswa juga mendesak kepolisian melepas Buni Yani yang mengunggah video Ahok.

Ratusan mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI NTB menyemuti sepanjang ruas Jalan Langko, jalan protokol di Kota Mataram. Mereka datang membawa beragam pamflet berisi kecaman terhadap Ahok. Ada juga yang membawa poster bertuliskan save Buni Yani.

Sepanjang jalan, mereka meneriaki agar Ahok segera dipenjarakan. Setiba di Mapolda NTB, mahasiswa mendesak kepolisian agar memproses kasus Ahok, terkait ucapannya yang melukai umat Islam.

Aksi damai ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. ’’Penjarakan Ahok,’’ teriak mahasiswa menggema di sepanjang jalan.

Para demonstran yang menggelar aksi damai di Mataram saat berada di depan Mapolda NTB, Jumat (2/12). (foto ji/lakeynews.com)
Para demonstran yang menggelar aksi damai di Mataram saat berada di depan Mapolda NTB, Jumat (2/12). (foto ji/lakeynews.com)

Ketika berada di Mapolda, secara bergantian mereka berorasi dan mendesak polisi menahan Ahok. Desakan itu didasari pertimbangan, Ahok disebut sudah terbukti melanggar pasal 156 a KUHP tentang penistaan agama dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Pertimbangan lain, Ahok dikuatirkan menghilangkan barang bukti dan berpotensi melarikan diri.

Pernyataan sikap yang dibacakan Koordinator Umum (Kordum) Aksi Samsul Hidayat menegaskan, jika Ahok tidak ditahan, dikuatirkan mengulang perbuatan yang sama. Disamping itu, Ahok diduga melanggar hukum dan seharusnya ditahan seperti kasus penistaan agama lain, Arswendo, Lia Aminudin, Yusman Roy, dan Ahmad Musadeq.

Samsul juga membacakan pernyataan sikap mereka agar Ahok segera ditangkap, stop kriminalisasi terhadap Buni Yani, dan stop tindakan represif aparat terhadap gerakan masa penuntut.

Massa tampak semangat dalam aksinya. (foto ji/lakeynews.com)
Massa tampak semangat dalam aksinya. (foto ji/lakeynews.com)

’’Kami mendesak agar kepolisian menahan Ahok, seperti penahanan tersangka kasus-kasus penistaan agama sebelumnya,’’ tegasnya.

Setelah puas berorasi, mahasiswa akhirnya ditemui Dirbinmas Polda NTB AKBP Benny Basyir Warmansyah. Di hadapan mahasiswa, mantan Kabid Propam Polda NTB ini menegaskan akan menyampaikan tuntutan tersebut. Dia juga meminta agar aksi mahasiswa ini tetap damai dan aman, demi menjaga keutuhan NKRI. (ji)