Kerusakan fisik pada beberapa bagian bangunan SMPN 1 Dompu ini akan diupayakan perbaikannya melalui Program Revitalisasi 2027. (tim/lakeynews)

 

Pihak Sekolah Diminta Usulkan By Sistem Sebelum 31 Agustus 2026

 

DOMPU – Penanganan atau perbaikan fisik bangunan SMPN 1 Dompu yang kini mengalami banyak kerusakan akan diprioritaskan tahun 2027.

“Penanganan fisiknya, insya Allah menjadi prioritas tahun depan. Untuk Program Revitalisasi,” kata Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Dikpora Kabupaten Dompu H. Nurdin, pada Lakeynews, Sabtu (23/5/2026).

Tahun ini, jelas Nurdin, pihaknya akan melakukan pemuktakhiran Data Pokok Pendidikan Sarana Prasarana (Dapodik Sarpras) yang ada di SMPN 1 Dompu. “Kita akan upayakan pemutakhiran sebelum cut off, 31 Agustus 2026,” jelasnya.

Kabid Dikdas Dinas Dikpora Kabupaten Dompu H. Nurdin. (ist/lakeynews)

Sebagaimana dilansir media ini sebelumnya, kondisi SMPN 1 Dompu begitu memprihatinkan dan memilukan. Bahkan sebagai barometer pendidikan menengah pertama di Bumi Nggahi Rawi Pahu, kondisi itu dinilai memalukan.

Betapa tidak. Sekolah yang saat ini dipimpin Edy Suryansah itu dililit seabrek “masalah warisan”. Sampah menggunung, semak belukar belukar tumbuh subur. Malam gelap, seram, ibarat rumah hantu.

Instalasi listrik, air, dan WC banyak tak berfungsi. Pintu-jendela banyak rusak, dan tak berkaca. Padahal, sekolah tersebut diapit pusat pemerintahan daerah, Pendopo Bupati, Pendopo Wakil Bupati, dan Dinas Dikpora.

Masalah-masalah itu mulai teratasi. Listrik –meski baru penerangan bagian depan sekolah– sudah terpasang. Sampah dibersihkan, semak belukar juga dipangkas. Menyusul penanganan masalah lainnya terus dilakukan.

Plt. Sekdis Dikpora Muhammad Ihsan, selain menyoroti masalah kebersihan, juga menyarankan pihak sekolah agar mengajukan permintaan (usulan) perbaikan melalui Dana Revitalisasi. Sumber dananya dari APBN. Pengajuannya By Sistem, melalui pengisian Dapodik satuan pendidikan. Namun, terkait hal-hal teknis, Ihsan menyarankan media ini untuk mengonfirmasikan ke Kabid Dikdas.

Baca juga: 

SMPN 1 Dompu, Wajahmu Kini; Segudang Prestasi, Seabrek Masalah

SMPN 1 Dompu Dililit Seabrek Masalah, Begini Tanggapan Sekdis Dikpora

Listrik, Sampah dan Belukar Mulai Teratasi, Wajah SMPN 1 Dompu Terlihat

Merespons saran Plt. Sekdis tersebut, Kabid Dikdas H. Nurdin mengatakan, perbaikan sejumlah bagian bangunan SMPN 1 Dompu yang rusak dapat dilakukan melalui revitalisasi. Dan, diupayakan tahun depan.

Senada dengan Ihsan, Nurdin menyampaikan bahwa prosedurnya pihak sekolah mengajukan usulan perbaikan By Sistem, pengisian Dapodik satuan pendidikan. “Memang prosedurnya seperti itu,” tandasnys.

Dinas Dikpora, lanjut Nurdin, bisa membantu pihak sekolah untuk pemuktahiran data Dapodik Sarpras. “Kita bisa bantu supaya usulan dan tingkat kerusakan yang ada sesuai keadaan yang sebenarnya,” imbuhnya.

Cat tembok salah satu ruang kelas SMPN 1 Dompu ini masih terlihat cerah. Namun, daun pintu dan jendelanya tidak ada sebagian. (tim/lakeynews)

Guru-guru dan Kasek Pernah Dikumpulkan

Sebelumnya, Nurdin mengaku, berbagai upaya telah dilakukan Dinas Dikpora, sejak tiga tahun terakhir. Diantaranya, pendampingan dan monitoring. Juga mengumpulkan guru-guru dan kepala sekolah (Kasek) untuk mengurai berbagai permasalahan di SMPN 1 Dompu.

“Terutama masalah kebersihan, sampah dan penataan sekolah, itu tugas dan tanggung jawab bersama; kepala sekolah, guru, dan siswa,” paparnya.

Nurdin bahkan pernah bersama Kadis Dikpora turun langsung ke sekolah itu, memberikan pemahaman tentang pentingnya kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekolah. Karena, hal itu, akan berdampak pada motivasi belajar siswa, juga kesehatan siswa dan guru.

Dibeberkan sejak dua tahun terakhir, setiap peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada tanggal 2 Mei, Dinas Dikpora mengadakan Lomba Sekolah Aman, Sehat, Rindang dan Indah (ASRI).

“Lomba tersebut mendapatkan (memperebutkan) piala bergilir Bupati Dompu. Tapi tampaknya belum cukup memotivasi warga SMPN 1 Dompu,” sindir Nurdin.

Nurdin lalu menyampaikan amanat Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Intinya, Permendikdasmen itu untuk membuat sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk belajar.

Disamping itu, sekolah bebas dari kekerasan, perundungan dan diskriminasi, melindungi kesehatan mental siswa, menguatkan karakter dan budaya positif bagi warga sekolah, serta melibatkan semua pihak untuk menjaga keamanan sekolah.

Nurdin sangat berharap, Edy Suryansah sebagai kepala SMPN 1 Dompu yang baru membuat sekolah ini kembali menjadi sekolah unggul seperti dulu. “Kami yakin kemampuan dan pengalaman Pak Edi Suryansah, memberikan warna baru bagi SMPN 1 Dompu,” pujinya. (A2)