
150 Peserta Unjuk Bakat di Festival Literasi Budaya Dompu 2026
DOMPU – Bupati Dompu Bambang Firdaus menegaskan, pondasi budaya yang paling fundamental adalah tutur kata.
“Tutur kata yang baik, menunjukkan budaya kita baik. Sebaliknya, tutur kata yang kurang baik (buruk), menunjukkan budaya kita seolah tidak baik,” kata Bupati Bambang.
Hal itu disampaikan Bupati dalam sambutan saat membuka Festival Literasi Budaya Dompu di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Karijawa, Kamis (2/4/2026) sore. Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan gong.

Hadir dalam kegiatan tersebut, unsur Forkopimda, Pj. Sekda H. Khairul Insyan, Kadis Dikpora H. Rifaid, Plt. Sekdis Dikpora Muhammad Ihsan, para Kabid dan pengawas, serta jajaran.
Hadir pula Asisten I (Pemerintahan) Setda Ardiansyah, Inspektur Inspektorat Jufri, Kepala DP3A Miftahul Suadah, Kepala DPPKB Hj Daryati Kustilawati, serta sejumlah pimpinan OPD dan pejabat lainnya.
Disamping itu, tampak juga Bunda Literasi yang juga Ketua TP PKK Onti Farianti Bambang Firdaus, Ketua PGRI Mukmin, Ketua IGI Ida Faridah, serta undangan lain, termasuk para kepala sekolah yang kebanyakan dari SD dan SMP.
Festival Literasi Budaya itu dijadwalkan berlangsung 2-8 April. Kegiatan tersebut bagian dari rangkaian memperingati HUT ke-211 Kabupaten Dompu yang puncaknya pada 11 April ini.

Menurut Bupati Bambang, budaya Dompu dan kearifan lokal harus selalu dilestarikan. Sehingga tidak tergerus dan digilas oleh globalosasi dan modernisasi maupun budaya asing terus mendapat tempat di hati generasi muda.
“Jika budaya asing terus dibiarkan berkembang, sementara budaya asli kita tidak dijaga dan dirawat, saya yakin lamban laun budaya kita akan tenggelam tidak tersisa,” tandasnya.
Bupati mengakui, puluhan tahun budaya asli Dompu (seolah) ditinggalkan, tidak terus dikenalkan ke dunia luar. Mana, lewat momentum peringatan hari jadi daerah, budaya Dompu disyiarkan kembali pada semua orang.
“Inilah budaya kita Dou Dompu, jadi diri dan karakter asli masyarakat Dompu,” tegasnya lagi.
H. Rifaid: Menjaga, Merevitalisasi Kearifan dan Budaya Lokal
Sebelumnya, Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Dompu H. Rifaid menjelaskan, Festival Literasi Budaya itu diikuti 150 peserta. Mereka merupakan siswa-siswi dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA/sederajat se-Kabupaten Dompu.
“Para peserta akan berlomba pidato, puisi, dan tari kreasi. Festival ini menjadi ajang bagi anak-anak Dompu menunjukkan bakat,” papar Rifaid saat menyampaikan laporan.
Dijelaskan juga, festival selain bagian dari rangkaian peringatan HUT Dompu, juga sebagai upaya pihaknya dalam menjaga, merevitalisasi kearifan dan budaya lokal.
Menariknya, kegiatan itu diselenggarakan setelah sekitar setahun Kurikulum Muatan Lokal Daerah Kabupaten Dompu dicanangkan.
“Alhamdulillah, baru sekitar setahun dicanangkan, hari ini kita mulai menunjukkan hasilnya. Buah dari Kurikulum Muatan Lokal Daerah,” papar Rifaid. (A2)
