Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal ketika melantik 72 pejabat Eselon II dan III pada mutasi perdana di Pendopo Gubernur, Rabu (30/4/2025). (ist/lakeynews.com)

 

Sasar 72 Pejabat, Bongkar 26 Eselon II, Doktor Pendidikan Dipercaya Urus Ketahanan Pangan

 

MATARAM – Setelah sempat tertunda pada pekan lalu, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Hj. Indah Dhamayanti Putri (Iqbal-Dinda), akhirnya melakukan mutasi perdana.

Sebanyak 72 pejabat Eselon II dan III di lingkup Pemprov NTB disasar mutasi ini. Diantaranya membongkar dan menggeser 26 pejabat Eselon II, serta 46 orang Eselon III (selengkapnya, lihat tabel di bagian bawah berita ini, red).

Pelantikan para pejabat tersebut dilakukan Gubernur Iqbal di Pendopo Gubernur, Rabu (30/4/2025). Hadir saat itu Wagub Dinda, Sekda H. Lalu Gita Ariadi, Wakil Ketua DPRD Muzihir, serta sejumlah pejabat dan undangan lainnya.

Sebagaimana diketahui, selama ini, pemerintahan Iqbal-Dinda kerap menggaungkan dan mengibarkan semangat meritokrasi. Mutasi itupun sebelumnya diklaim mendasari semangat meritokrasi tersebut.

(Menurut beberapa referensi, meritokrasi adalah sistem atau prinsip di mana penghargaan, promosi, dan kesempatan di dalam masyarakat atau organisasi diberikan berdasarkan kemampuan, kinerja, dan prestasi individu. Bukan berdasarkan kekayaan, kelas sosial, atau faktor lain yang tidak relevan dengan kualitas kerja, red).

Namun, dari beberapa pejabat yang dimutasi, oleh sebagian orang menengarai tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman bersangkutan.

Hal tersebut dikhawatirkan berdampak pada kemampuan pejabat tersebut dalam menunjukkan kinerja terbaiknya sebagai pimpinan tertinggi di instansi yang baru dipercayakan dan diamanahkan oleh Iqbal-Dinda.

Salah seorang diantaranya, Aidy Furqan. Dia doktor bidang pendidikan tapi Iqbal-Dinda memercayainya untuk mengurus Dinas Ketahanan Pangan. Berikut beberapa nama lain.

Sebagaimana dilansir ntbsatu.com, Aidy menempuh pendidikan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Mataram pada 1991. Melanjutkan sekolah tinggi dengan menempuh studi Pendidikan Bahasa dan Seni, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Universitas Mataram pada 1997.

Aidy menyambung pendidikan di program studi Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Surabaya pada 2004. Lalu, menempuh studi doktoral untuk program studi Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Malang, setelah belasan tahun kemudian.

 

Berikut Daftar 26 Pejabat Eselon II yang dirotasi :

(Sumber Lampiran SK: Biro Adpim Setda Provinsi NTB)

Ketika melantik 72 pejabat tersebut, Miq Iqbal (sapaan H. Lalu Muhamad Iqbal) menyadari, dalam penempatan jabatan baru, tidak semua orang merasa puas. Ada yang merasa bidang barunya sesuai dengan kemampuan dan minat, namun ada pula yang merasa sebaliknya.

Namun, Iqbal tegaskan, keputusan diambilnya dengan pertimbangan matang, menggunakan otak terbaik dan hati paling sensitive, demi memilih secara objektif.

“Meski saya berusaha seobjektif mungkin, saya juga manusia biasa yang tentu memiliki subjektivitas. Dan, itu dibolehkan oleh Undang-undang, karena Undang-undang juga memahami bahwa yang diatur adalah manusia,” ungkapnya.

Pada mutasi pertama ini, tidak ada pejabat yang dinonjobkan. Iqbal-Dinda memilih melakukan rotasi agar semua pejabat memiliki kesempatan menduduki posisi yang sesuai berdasarkan hasil evaluasi job fit.

“Saya mempelajarinya secara mendalam tanpa dipengaruhi opini luar. Keputusan juga diambil setelah berkonsultasi dengan berbagai pihak untuk mendapat masukan,” tandasnya.

Diakhir sambutannya, Gubernur Iqbal menegaskan, dalam birokrasi, tidak ada posisi yang bersifat permanen. “Rotasi menjadi langkah penting untuk penyegaran dan mencari talenta terbaik di posisi yang paling tepat,” tandasnya. (won)