Potret simulasi Tungsura yang digelar KPU Kabupaten Dompu di TPS V Kelurahan Kandai Satu, Kecamatan Dompu, Minggu (17/11/2024). (kolase/lakeynews.com)

DOMPU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Dompu, Minggu (17/11/2024) menyelenggarakan Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara (Tungsura) Pilkada 2024. Yakni untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, serta Bupati dan Wakil Bupati Dompu Periode 2024-2029.

Kegiatan itu berlangsung di Tempat Pemungutan Suara (TPS) V Lingkungan Kandai, Kalurahan Kandai Satu, Kecamatan Dompu. Melibatkan 586 pemilih yang tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS tersebut.

Dalam simulasi itu, KPU melibatkan seluruh anggota KPPS, PPS dan PPK se-Kabupaten Dompu.

Hadir dan menyaksikan simulasi, selain Ketua KPU Arif Rahman beserta Anggota KPU dan Sekretaris KPU Lahmudin, juga Dandim 1614/Dompu Letkol Kav. Riyan Oktiya Virajati, Kapolres Dompu AKBP Zulkarnain, dan Plt. Kepala Bakesbangpol Kabupaten Dompu Ardiansyah.

Hadir pula di sana Ketua Bawaslu Kabupaten Dompu diwakili Kasubag Pengawasan Pemilu dan Humas Mahisa Mareati. Kemudian Danramil 01-1614/Dompu Kapten Kav. M. Kasim, PPK se-Kabupaten Dompu, Panwascam Dompu, serta Pemerintah Kelurahan Kandai Satu diwakili Sekretaris Lurah Budi Subroto, PPS, dan PKD.

Pose bersama Ketua dan anggota KPU Dompu, Bawaslu, Kapolres dan Dandim, Plt Kepala Bakesbangpol, penghubung Paslon Bupati/Wabup, dan lainnya, usai pembukaan Simulasi Tungsura Pilkada 2024. (ist/lakeynews.com)

“Kita pilih TPS V Kelurahan Kandai Satu karena merupakan salah satu TPS gemuk, dekat dan mudah diakses,” kata Ketua KPU Kabupaten Dompu Arif Rahman pada wartawan usai pembukaan simulasi.

Arif yang saat itu didampingi Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas dan SDM KPU, Yusuf, menjelaskan beberapa poin yang menjadi tujuan simulasi.

“Selain untuk mengetahui tingkat partisipasi pemilih, juga untuk mengukur kesiapan KPPS melaksanakan proses pemungutan dan penghitungan suara,” papar Arif.

Sebelumnya, Arif menjelaskan, esensi dari simulasi agar semua pihak paham tentang tata cara Tungsura di TPS, yang merupakan tahapan paling krusial dalam Pilkada/Pemilu.

Karena itu, simulasi dianggap perlu dilakukan untuk memastikan semua pihak yang terlibat dalam proses pelaksanaan Pilkada, benar-benar siap. Baik penyelenggara, peserta maupun pemilih, memahami tata cara Tungsura dengan baik.

Simulasi tersebut diharapkan dapat menciptakan penyelenggaraan Pilkada serentak 2024 di Kabupaten Dompu semakin berkualitas.

Apalagi pada proses Tungsura, lanjut Arif, KPPS juga akan mempraktikkan Sirekap. Tim kampanye tiap pasangan calon (Paslon) dan Parpol pengusul bisa melihat gambaran seluruh rangkaian simulasi ini.

Dengan demikian, tim kampanye maupun Paslon dapat membekali kapasitas kemampuan pemahaman para saksinya.

Ketua KPU Kabupaten Dompu Arif Rahman dan Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas dan SDM Yusuf. (tim/lakeynews.com)

Hal senada disampaikan Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas dan SDM KPU, Yusuf.

Pria yang akrab disapa Sandhi mengaku, proses simulasi berjalan aman dan lancar. “Alhamdulillah tidak ada halangan dan hambatan,” ujarnya.

Diketahui, pada Pilkada NTB dikuti oleh tiga Paslon, sedangkan Pilkada Dompu dua Paslon.

Namun, nomor urut yang dipakai dalam simulasi ini, KPU tidak menggunakan angka kecil. Atau, tidak memakai angka 1, 2 dan 3 untuk Pilkada NTB, serta 1 dan 2 untuk Pilkada Dompu. Tapi, menggunakan angka besar, dan jumlah nomor urut melebihi banyaknya Paslon.

“Untuk Pilkada NTB kita pakai nomor urut dengan angka 75, 76, 77, dan 78. Sementara nomor urut untuk Pilkada Dompu, kita gunakan angka 75, 76, dan 77,” ungkap Sandhi.

Sementara itu, Sekretaris Lurah Kandai Satu, Budi Subroto menegaskan, kegiatan simulasi ini tidak dianggap main-main. Masyarakat (pemilih) diharapkan terlibat memberikan hak pilihnya.

“Ini gambaran dan hal yang sama akan dilakukan pada hari H pemungutan dan penghitungan suara, 27 November mendatang,” imbuh Budi.

Budi juga mengharapkan warganya untuk tetap jaga hubungan baik, persatuan, kesatuan dan persaudaraan antarsesama. “Perbedaan dukungan hal biasa, jangan kita bercerai berai karena perbedaan ini,” imbuhnya lagi. (tim)