Selain menjadi pembicara di panggung Puncak TPN XI, ini guru muda dari Kabupaten Dompu Teti Fajryatin meraih Penghargaan “Rohana Kudus”. (ist/lakeynews.com)

DARI hampir 800 guru berdaya yang ikut Misi Belajar oleh Yayasan Guru Belajar, salah seorang guru muda asal Kabupaten Dompu, NTB, lolos (terpilih) menjadi Pembicara Nasional pada Puncak Temu Pendidik Nusantara (TPN) XI di Jakarta, Sabtu (2/11/2024) lalu.

Dia adalah Teti Fajryatin. Anggota Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Dompu yang diketuai Ida Faridah. Saat ini Teti mengajar di SMPN 1 Dompu, dibawa pimpinan Abdul Basith.

Sebagai guru yang dikenal aktif dalam menerapkan inovasi pembelajaran bermakna, Teti hadir di panggung Puncak TPN XI membawa Praktik Baik dengan tema “Mengembangkan Karier di Luar Kelas”.

Praktik baik tersebut berhasil menarik perhatian para peserta karena menyajikan solusi praktis bagi tantangan pendidikan yang dihadapi sehari-hari.

Di panggung Puncak TPN XI, Teti Fajryatin membawa Praktik Baik dengan tema “Mengembangkan Karier di Luar Kelas”. (ist/lakeynews.com)

Teti memaparkan pentingnya mengembangkan karier di luar kelas sebagai penulis antologi dan novel yang berdampak pada pengembangan minat dan bakat siswa di bidang teater dan sastra.

“Kalau kita menganggap diri sebagai guru merdeka jangan terpaku pada satu bidang,” tegas Teti.

Mengapa?

“Karena, guru-guru yang merdeka adalah pembelajar sepanjang hayat untuk membentuk kompetensi yang multitalenta demi kodrat anak,” jelasnya.

Dihubungi terpisah, Teti mengaku bangga bisa menjadi satu dari 30 pembicara Kelas Pendidik terpilih se-nusantara.

Menurutnya, menjadi pembicara di Puncak TPN XI memberikan pengalaman yang baru baginya karena mendapat kesempatan berbagi inspirasi dan solusi untuk sesama guru dari berbagai daerah.

“Saya berharap bisa mengimbaskan apa yang saya peroleh selama pengembangan diri kepada (rekan-rekan) guru dan siswa,” ujarnya.

Hebatnya lagi, selain lolos menjadi pembicara nasional, Teti juga meraih Penghargaan “Rohana Kudus” kategori Guru yang terus berkarya membagikan Praktik Baik untuk mewujudkan pendidikan yang berpihak pada murid. Baca berita sebelumnyaDompu Borong Lima Penghargaan di Puncak TPN XI

Suara Guru Didengarkan dan Dipercaya

Sementara itu, Ketua Penyelenggara TPN XI Maman Basyaiban, menyampaikan apresiasinya pada para guru yang berani mengambil tantangan untuk berbagi praktik baik di Kelas Pendidik.

Kata Maman, keterlibatan aktif para guru dengan berbagi praktik baiknya ini tidak hanya memperkaya cara yang bisa digunakan guru lain. Lebih dari itu, menunjukkan bahwa ada urgensi untuk percaya suara guru, bisa menjadi solusi terhadap tantangan pendidikan.

“Kami di TPN percaya bahwa guru layak menjadi pembicara, guru bisa belajar dari guru lainnya, suara guru tidak hanya didengarkan tapi juga dipercaya,” katanya optimis.

Maman berharap budaya cara belajar dari sesama guru sejak TPN diadakan pada 2014, terus berkembang dan mengakar dalam ekosistem pendidikan. (tim)