Kepala Distanbun Kabupaten Dompu Muhammad Syahroni, ketika Monev penyaluran dan stok pupuk bersubsidi pada gudang penyimpanan Pupuk Urea di Desa Bara, Kecamatan Woja. (ist/lakeynews.com)

DOMPU – Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Dompu Muhammad Syahroni dan rombongan, baru-baru ini melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) penyaluran maupun ketersediaan stok pupuk bersubsidi di daerah itu.

Menurut Dae Roni (sapaan Muhammad Syahroni), pihaknya melakukan monitoring pada gudang penyimpanan milik Pupuk Indonesia (PI).

“Kami memonitoring gudang penyimpanan Pupuk Urea di Desa Bara (Kecamatan Woja) dan gudang penyimpanan Pupuk NPK di Desa Kareke (Kecamatan Dompu),” katanya pada Lakeynews.com, Sabtu (29/4).

Kepala Distanbun Kabupaten Dompu Muhammad Syahroni dan rombongan, saat berada di gudang penyimpanan Pupuk NPK, di Desa Kareke, Kecamatan Dompu. (ist/lakeynews.com)

Dae Roni kemudian memaparkan, dari monitoring tersebut, pihaknya mendapatkan data penyaluran pupuk subsidi pada masing-masing kecamatan dan kondisi/keadaan per 27 April 2023.

“Penyaluran pupuk Urea sudah mencapai 39,17 persen. Sedangkan Pupuk NPK mencapai 32,23 persen,” paparnya.

Bagaimana stok pupuk bersubsidi di Kabupaten Dompu?

“Secara keseluruhan, antara kebutuhan dan stok yang tersedia, kondisi pupuk subsidi sampai periode Mei relatif masih aman,” jelasnya. (tim)