Ketua Umum Media Independen Online (MIO) Indonesia AYS Prayogie. (ist/lakeynews.com)

Ketum MIO Indonesia Apresiasi Gerak Kepolisian, Ingatkan Wartawan/Media tak Gentar pada Siapapun

JAKARTA, Lakeynews.com – Kasus pembakaran rumah Bamby Lubis, pemilik salah satu media online di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara (Sumut), pekan lalu, diduga kuat didalangi oknum Bandar Narkoba berinisial UH.

Sebelum kejadian, UH sempat menyampaikan kata-kata bernada ancaman pada korban Bamby Lubis.

Baca juga: Rumah Salah Satu Pemilik Media Online di Siantar Dibakar OTK

Menyikapi kasus itu, Ketua Umum Media Independen Online (MIO) Indonesia AYS Prayogie, memacu semangat dan keberanian media-media massa maupun wartawan di negeri ini, terutama yang menjadi bagian dari member MIO Indonesia.

Dia menegaskan, wartawan dan media tidak perlu menyerah hanya karena adanya aksi segelintir pihak atau oknum-oknum yang berusaha menghalangi pekerjaan jurnalis.

“Wartawan tidak perlu takut pada siapa dan pihak manapun, sejauh dalam melaksanakan tugas selalu berpatokan pada aturan,” tegas Yogie di Mabes Polri, Jakarta, Senin (31/5).

Penegasan tersebut disampaikan Yogie pada wartawan terkait aksi pembakaran rumah milik Bamby Lubis yang diduga dilakukan UH dan anak buahnya.

Pemimpin Redaksi media HINEWS.id itu mengutuk keras oknum-oknum telah melakukan pembakaran rumah milik salah seorang pewarta yang juga pemilik sebuah media online di Kota Pematangsiantar tersebut.

Karenanya, Yogie meminta kepada aparat setempat untuk melakukan penyelidikan secara tuntas dan segera menangkap para pelaku yang identitasnya sudah mulai terkuak tersebut.

Menurutnya, aksi pembakaran itu dilakukan berkaitan dengan pemberitaan. Maka, peristiwa ini harus menjadi atensi dari seluruh insan pers. Ternyata hingga saat ini masih ada sikap-sikap intimidasi berwujud teror yang ditunjukkan secara telanjang oleh seseorang.

“Teror itu untuk membungkam wartawan dalam menjalankan tugasnya. Pers tidak boleh kalah apalagi menyerah oleh gaya-gaya premanisme semacam itu,” tegas Yogie.

Prayogie juga menegaskan, insan pers tidak boleh abai, juga tidak perlu takut dalam menyuarakan pemberitaan yang benar. Karena itu, dia mengingatkan para wartawan di perusahaan-perusahaan media yang tergabung sebagai member MIO Indonesia agar selalu berpegang teguh pada atutan.

“Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan kiranya senantiasa mengacu pada aturan yang berlaku. Tujuannya, agar tidak ada peluang bagi pihak lain melakukan kriminalisasi,” imbau Ketum MIO Indonesia ini.

Diberitakan sebelumnya, telah terjadi peristiwa pembakaran rumah milik Bamby Lubis, pemilik salah satu media online di Kota Pematangsiantar. Pembakaran rumah itu terjadi pada Sabtu (29/5) dini hari.

Pascapelaporan yang dilakukan korban Bamby Lubis bersama mertuanya ke Polres setempat, langsung direspon dengan cepat oleh pihak kepolisian. Senin (31/5), Tim Labfor Polda Sumut bersama Kasat Reskrim Polres Siantar Edi Sukamto, turun melakukan olah TKP di Jalan Jorlang Hataran, Kelurahan Simarito, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar.

Baca juga: Kasus Teror OTK di Siantar, Tim Labfor Polda Sumut Olah TKP

Korban Bamby Lubis, kepada wartawan mengaku, aksi pembakaran itu (diduga) berkaitan dengan pemberitaan yang dimuat media online Lintodays.com. Sebelumnya, media itu memberitakan keberadaan oknum UH yang diduga bandar Narkoba dan kerap beraksi di Kota Pematangsiantar.

Disebutkan, Jumat (28/5) pukul 14.53 WIB (15.53 Wita) tim redaksi Lintodays.com menerbitkan pemberitaan berjudul: “Peredaran Narkoba Siantar Pake Sistem Buka Tutup, Kasat Narkoba Siantar Diduga Tutup Mata”.

Ketum MIO Indonesia AYS Prayogie, mengapresiasi langkah cepat pihak aparat Polresta Pematangsiantar maupun Tim Labfor Polda Sumut.

Menurutnya, kepolisian sudah bisa masuk lebih dalam lagi terkait dugaan keterlibatan UH yang disebut-sebut sebagai bandar Narkoba di Pematang Siantar tersebut.

“Yang bisa dikembangkan adalah ancamannya kepada Bamby Lubis pada beberapa waktu lalu, sebelum aksi pembakaran rumah itu terjadi,” ujar Yogie.

Diketahui, dari keterangan Bamby bahwa dirinya pernah mendapat ancaman dari seseorang berinisial UH yang mengatakan, jika Bamby masih menyayangi keluarganya dan masih ingin melihat keberadaan orang-orang yang disayanginya tersebut, agar jangan coba-coba campuri urusan yang tengah dikerjakan UH.

Ancaman tersebut didapat Bamby dua pekan sebelum peristiwa pembakaran rumah tempat tinggalnya yang merupakan milik mertuanya tersebut. (mio/tim)