Ketua Komisi II DPRD Dompu Mohammad Subahan, SE. (ist/lakeynews.com)

Subahan: Ingat, Padi adalah Pelopor Pertanian Dompu

.

DOMPU, Lakeynews.com – Merosotnya harga gabah di Kabupaten Dompu mengundang keprihatinan pihak DPRD setempat. Karena itu, wakil rakyat meminta Pemkab Dompu agar segera mengatasi dan mencari jalan keluarnya.

“Kami (DPRD) bersama pemerintah kabupaten mengupayakan agar masalah ini sesegera mungkin dicari jalan keluarnya,” kata Ketua Komisi II DPRD Dompu Mohammad Subahan, SE, pada Lakeynews.com, Minggu (28/3) malam ini.

Diketahui, apalagi akibat rendahnya harga komoditi padi dan kurangnya perhatian terhadap petaninya, salah seorang petani di Desa Wawonduru, Kecamatan Woja, merusak tanaman padi yang masih sangat mudah. Videonya viral di media sosial.

Baca juga: Merasa tak Diperhatikan, Petani Dompu Rusak Tanaman Padi

Sebagai anggota dewan yang merupakan representasi rakyat Dompu, terutama sebagai ketua komisi yang langsung menaungi bidang pertanian, Subahan mengaku sangat merasa prihatin terhadap masalah harga gabah (padi) yang merosot.

“Tentu saja kami sangat prihatin. Harga pembelian padi para petani saat ini rendah,” tegas pria yang juga ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Dompu itu.

Subahan mengetahui dan mengakui, bahwa masalah anjloknya harga gabah ini terjadi setiap tahun. Kebutuhan para petani, dari harga bibit, biaya pengolahan, harga pupuk yang tinggi dan kelangkaannya membuat para petani padi merugi.

Sehubungan dengan persoalan ini, Komisi II berencana segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah, terutama dengan dinas terkait.

Selain itu, pihaknya meminta kepada pemerintah untuk menjelaskan tentang penyebab merosotnya harga gabah dan tidak sesuai dengan pengeluaran (biaya produksi) para petani.

“Masalah ini harus secepatnya dicari jalan keluarnya, sehingga harga kembali normal dan stabil untuk meningkatkan kesejahteraan para petani,” desak Subahan.

“Kami rasa dan harus diingat, pelopor pertanian di Kabupaten Dompu adalah komoditi padi. Makanya, disamping komoditi lain, padi ini juga perlu diprioritaskan. Kami tidak ingin petani kita merugi dan menderita,” tegas Subahan menambahkan. (tim)